Tulungagung, jurnalmataraman.com – Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 membawa berkah tersendiri bagi para perajin trofi di Kabupaten Tulungagung. Tingginya antusiasme masyarakat dalam menggelar berbagai perlombaan membuat pesanan trofi berbahan batu marmer melonjak drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Peningkatan pesanan ini sangat dirasakan oleh Wasis, seorang perajin trofi marmer di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat. Sejak dua bulan menjelang perayaan kemerdekaan, tempat produksinya tak pernah sepi aktivitas. Jika sebelumnya rata-rata produksi hanya sekitar sepuluh ribu keping komponen per bulan, kini angkanya meroket tajam menjadi 20 hingga 25 ribu keping.
Lonjakan permintaan yang signifikan ini rupanya membawa tantangan tersendiri bagi para perajin. Wasis dan para pekerjanya harus bekerja ekstra keras di tengah ketersediaan bahan baku marmer yang mulai sulit didapat di pasaran.
Kondisi bahan baku yang terbatas akhirnya berdampak pada penyesuaian harga jual produk. “Permintaan memang sangat tinggi, tetapi karena bahan bakunya mulai sulit dicari, harga beberapa produk terpaksa kami sesuaikan,” ungkap Wasis.
Kenaikan harga tersebut berlaku untuk berbagai ukuran. Trofi ukuran kecil yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp 50 ribu, kini naik menjadi Rp 75 ribu. Sementara itu, untuk trofi ukuran besar yang biasa dijual di kisaran Rp 450 ribu, kini harganya dipatok menjadi Rp 500 ribu.
Di balik pesatnya produksi saat ini, bisnis yang dijalankan Wasis ternyata berawal dari keterbatasan. Sebelum memiliki tempat produksi sendiri, ia sempat bekerja di bengkel marmer milik tetangganya. Baru pada tahun 2018, ia memberanikan diri merintis usaha mandiri dengan modal nekat dari hasil pinjaman mas kawin sang istri.
Produksi awalnya kala itu hanya berkisar di angka ratusan komponen. Namun, usahanya terus berkembang pesat setelah ia memanfaatkan teknologi untuk pemasaran daring. Wasis mulai rajin menjajakan karyanya melalui Facebook dan meluaskan jangkauan dengan membuka toko di aplikasi Shopee ketika pandemi Covid-19 melanda.
Dari strategi pemasaran digital tersebut, jangkauan pasar Wasis kini meluas ke kancah nasional. Pesanan komponen trofi setengah jadi seperti ornamen, bola dunia, kotak alas, dan tiang rutin dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bali, hingga Palembang. Sementara untuk produk trofi yang sudah dirakit utuh, ia lebih memilih fokus memenuhi permintaan lokal Tulungagung dan sekitarnya guna menghindari risiko pecah saat proses pengiriman.
(Editor: Trias / Atha)





