Tulungagung, jurnalmataraman.com – Fenomena banjir rob melanda kawasan pesisir Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Naiknya air laut ke daratan ini terjadi akibat air pasang yang disertai gelombang tinggi, sehingga menggenangi kawasan permukiman warga dan merusak sejumlah bangunan warung di pinggir pantai. Berdasarkan informasi, luapan air laut mulai merangsek masuk ke daratan sejak Senin malam dan puncaknya terjadi pada Selasa pagi (11/8). Derasnya ombak memicu air laut meluap hingga menjangkau radius sekitar 25 meter dari bibir pantai.
Akibatnya, akses jalan-jalan di kawasan perkampungan warga tergenang air. Hempasan ombak juga menerjang deretan warung yang berdiri di sepanjang tepi pantai. Beberapa warung dilaporkan mengalami kerusakan, salah satunya tiang penyangga bangunan yang miring akibat kuatnya hempasan arus laut. Meskipun genangan banjir rob tidak berlangsung lama dan lekas surut, sisa-sisa material berupa tumpukan pasir tampak tertinggal dan mengotori area dalam warung-warung milik warga.
Ketua RW 08 Dusun Sidem, Nursalim, menuturkan bahwa fenomena alam semacam ini sejatinya merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi di kawasan Pantai Sidem setiap memasuki pertengahan tahun.
“Biasanya kondisi pasang air laut dan gelombang tinggi seperti ini akan berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga hari. Pada Selasa pagi, ketinggian gelombang laut di pesisir terpantau mencapai sekitar empat meter,” ujar Nursalim.
Kondisi cuaca ekstrem ini praktis melumpuhkan sementara roda perekonomian masyarakat pesisir setempat. Para pemilik warung terpaksa belum bisa membuka tempat usahanya lantaran harus bergotong royong membersihkan tumpukan pasir dan material sisa banjir. Selain merugikan para pedagang, tingginya gelombang laut juga dilaporkan telah menghanyutkan beberapa bagan (alat tangkap ikan) milik nelayan setempat.
(Editor: Afif / Loris)





