Trenggalek, jurnalmataraman.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup manusia. Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Mas Ipin itu saat diseminasi Buku Biodiversitas Trenggalek 2026 di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, kemarin.
Mas Ipin menyebut kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari peran alam. Mulai dari udara yang dihirup, air yang dikonsumsi, hingga sumber pangan, seluruhnya bergantung pada ekosistem yang sehat. Karena itu, upaya pelestarian tidak boleh hanya berfokus pada kawasan hutan, tetapi juga mencakup flora dan fauna sebagai bagian dari rantai kehidupan.
Ia mengingatkan, terganggunya rantai makanan dapat memicu satwa liar keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman warga untuk mencari makan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa.
Selain itu, sektor pertanian juga masih sangat bergantung pada peran hewan penyerbuk, seperti kupu-kupu, burung, dan kelelawar. Keberadaan satwa tersebut membantu proses penyerbukan tanaman dan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga memaparkan rencana pengembangan konsep giant aviary atau jaringan aviari di kawasan Hutan Kota. Konsep ini diharapkan memungkinkan satwa hidup lebih alami tanpa harus dikandangkan, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kota yang atraktif dan ramah bagi manusia maupun ekosistem.
“Biodiversitas sangat penting karena kehidupan manusia bergantung pada alam. Jika rantai makanan terputus, satwa berpotensi masuk ke permukiman. Karena itu, masyarakat perlu sadar untuk menjaga flora dan fauna serta tidak memburu atau memperjualbelikan satwa liar,” ujar Mas Ipin.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur yang menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian biodiversitas di Trenggalek. Salah satu potensi keanekaragaman hayati yang diungkap adalah lola merah, jenis siput bercangkang unik yang memiliki nilai ekonomis.
Pemerintah daerah berharap melalui inventarisasi dan edukasi lingkungan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dapat terus meningkat demi menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang.
(Editor : Saldi)



