Kediri, Jurnalmataraman.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus memantau jalannya proyek pembangunan jalan tol yang menghubungkan wilayahnya dengan Bandara Dhoho. Seiring dengan progres proyek fisik di lapangan, Pemkot Kediri kini tengah menunggu kejelasan dari pemerintah pusat terkait mekanisme penyediaan lahan pengganti atas sejumlah aset daerah yang terdampak. Secara keseluruhan, tercatat ada sekitar 72 bidang tanah aset milik Pemkot Kediri dengan total luas mencapai 17,2 hektare yang terimbas proyek strategis ini. Rinciannya meliputi 21 bidang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 46 bidang non-LP2B, serta 5 bidang yang berupa bangunan.
Hingga kini, sebanyak 36 bidang aset daerah di antaranya telah direalisasikan dan mulai digunakan untuk kelancaran pembangunan proyek jalan tol. Meski demikian, pihak pengembang proyek belum memberikan penggantian atas aset-aset daerah yang sudah terpakai tersebut. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartikasari, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, sikap menunggu ini diambil karena seluruh mekanisme penggantian aset daerah harus dilaksanakan secara hati-hati dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemkot Kediri berharap agar proses koordinasi di tingkat pusat dapat segera tuntas. Dengan demikian, penyediaan lahan pengganti bisa segera direalisasikan sekaligus memastikan perlindungan aset milik daerah tetap terjaga. Sementara itu, pihak pengembang proyek tol memastikan bahwa pengerjaan konstruksi terus dikebut. Project Management and Supervision Consultant, Mamik, menyatakan bahwa hingga saat ini progres pembangunan jalan tol tersebut telah mencapai 63 persen. Nantinya, pihak pengembang menargetkan seluruh proses pembangunan infrastruktur penunjang Bandara Dhoho Kediri ini dapat rampung sepenuhnya pada kuartal kedua tahun 2027 mendatang.
( Editor : Afif / Raqeh )




