Trenggalek, Jurnalmataraman.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek menggelar kegiatan open house bersama ratusan orang tua siswa pada Jumat (31/7). Agenda ini diselenggarakan sebagai sarana pengenalan lingkungan kampus permanen yang baru sekaligus menandai dimulainya pemindahan siswa ke fasilitas terpadu tersebut. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para wali murid. Tercatat, open house ini diikuti oleh orang tua dari 75 siswa angkatan pertama serta sekitar 240 siswa baru. Melalui kesempatan ini, para orang tua diajak berkeliling untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah yang akan menjadi tempat menimba ilmu anak-anak mereka. Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Laode Taufik Nuryadin, menjelaskan bahwa meski pengerjaan fisik di beberapa titik masih berjalan, hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kami memastikan proses belajar mengajar tetap dapat berjalan lancar. Fasilitas utama seperti gedung asrama dan ruang kelas yang sudah siap akan langsung kita manfaatkan sepenuhnya. Sementara itu, pengerjaan penyelesaian (finishing) saat ini sedang kita fokuskan pada bangunan untuk tingkat SD dan SMA,” terang Laode. Selain mengenalkan lingkungan kampus baru, Laode juga mengumumkan adanya perubahan nomenklatur resmi pada lembaga pendidikan terpadu ini. Sekolah yang sebelumnya menggunakan nama SRT 50 kini secara resmi bertransformasi menjadi SRT 1 Trenggalek sebagai penyesuaian penamaan Sekolah Rakyat di tingkat kabupaten.
Seiring dilaksanakannya open house ini, para siswa angkatan pertama yang sebelumnya menempati gedung sementara juga mulai dipindahkan secara bertahap ke kampus permanen SRT 1 Trenggalek. Kehadiran kampus baru ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menunjang tumbuh kembang para peserta didik.
( Editor : Afif / Putra )




