Tulungagung, jurnalmataraman.com – Banjir bandang melanda empat wilayah kecamatan di Kabupaten Tulungagung pada Jumat malam. Akibat peristiwa tersebut, rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas umum sempat terendam banjir. Hingga Sabtu siang, banjir masih menyisakan material lumpur di berbagai lokasi.
Empat kecamatan yang terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Besuki, Campurdarat, Tanggunggunung, dan Kalidawir. Bencana ini terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tulungagung selama lebih dari empat jam.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan banjir paling parah terjadi di Kecamatan Besuki, tepatnya di Desa Besole. Banjir bandang menerjang kawasan permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum.

“Ketinggian air mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter dan menggenangi rumah warga, fasilitas umum, hingga sekolah,” ujar Sudarmaji.
Meski banjir tidak berlangsung lama, derasnya aliran air meninggalkan endapan lumpur yang cukup tebal di permukiman warga dan ruas jalan. Hingga Sabtu siang, petugas BPBD bersama petugas pemadam kebakaran masih fokus melakukan pembersihan material lumpur di Jalan Raya Besole dan sejumlah fasilitas umum lainnya.
Sudarmaji menambahkan, hingga saat ini petugas belum melakukan pendataan secara rinci terhadap rumah warga yang terdampak banjir. Namun, pihaknya memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dan dapat memicu bencana susulan.
(Editor : Wahyu Adi)



