Blitar, jurnalmataraman.com – Pemandangan unik dan penuh inspirasi mewarnai area ruang tunggu Stasiun Kota Blitar. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, belasan anak penyandang disabilitas unjuk kebolehan di hadapan para penumpang kereta api melalui aksi fashion show, atraksi pencak silat, hingga paduan suara menggunakan bahasa isyarat.
Sebanyak 13 siswa disabilitas yang berasal dari Madiun dan Magetan ini bukanlah anak-anak sembarangan. Mereka merupakan siswa-siswi berprestasi dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah berhasil menjuarai berbagai kompetisi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Selain memberikan panggung untuk berekspresi, kegiatan yang diinisiasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun ini juga dirangkai dengan edukasi transportasi. KAI memfasilitasi anak-anak istimewa tersebut untuk merasakan langsung pengalaman naik kereta api secara gratis. Rombongan siswa disabilitas ini melakukan perjalanan berangkat menggunakan KA Singasari relasi Madiun–Blitar, dan pulang kembali menuju daerah asal menggunakan KA Brantas relasi Blitar–Madiun.
Pendamping siswa, Prima Nuraini Kumalasari, mendampingi langsung anak-anak yang mendapatkan ruang edukasi setara ini. Selama kegiatan, para siswa diajarkan secara praktik mengenai alur perjalanan kereta api yang benar, mulai dari proses pembelian tiket, tata cara boarding di stasiun, hingga pengenalan aturan keselamatan selama berada di dalam gerbong. Di sisi lain, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa KAI terus berkomitmen memberikan pelayanan yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi yang berkelanjutan, PT KAI menerapkan kebijakan khusus berupa potongan harga (diskon) tiket sebesar 20 persen. Tarif khusus ini berlaku untuk perjalanan kereta api (KA) jarak jauh bagi penumpang penyandang disabilitas.
“Untuk mendapatkan fasilitas diskon 20 persen ini, syaratnya sangat mudah, yakni penumpang hanya perlu menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah penyandang disabilitas,” jelas pihak KAI. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak penyandang disabilitas semakin percaya diri untuk berekspresi di ruang publik dan memahami cara menggunakan fasilitas transportasi umum dengan aman dan nyaman.
( Editor : Saldi / Loris )




