Kediri, jurnalmataraman.com – Di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bergerak cepat dengan menggelar pasar murah. Langkah taktis ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan lonjakan harga bahan pokok.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat sejumlah warga rela mengantre di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri. Mereka berkumpul sejak pagi demi bisa menebus kebutuhan pokok dengan harga miring. Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Kediri, Teddy Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran yang saat ini tengah mengalami tren kenaikan.
“Dengan adanya pasar murah ini, warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selisih harganya lumayan jika dibandingkan dengan harga di pasaran, yakni lebih murah antara seribu hingga tiga ribu rupiah per itemnya,” jelas Teddy.
Dalam operasi pasar kali ini, DKPP Kota Kediri menyediakan stok bahan pokok dalam jumlah besar. Komoditas yang didistribusikan meliputi 1 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), 280 liter minyak goreng, dan 200 kilogram gula pasir. Selain itu, pasar murah ini juga menyediakan berbagai macam sayuran segar dan bumbu dapur.
Widia, salah satu warga Kelurahan Kaliombo yang ikut mengantre, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia memilih berbelanja di pasar murah lantaran harganya yang jauh lebih ramah di kantong. “Sangat membantu, apalagi harga-harga di pasar sedang naik. Saya tadi beli beras dan minyak goreng,” ungkapnya. Untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran, pihak panitia memberlakukan aturan ketat. Pasar murah ini dikhususkan bagi warga Kota Kediri. Pembeli diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat transaksi.
Selain itu, petugas juga memberlakukan pembatasan kuota pembelian untuk setiap KTP. Kebijakan ini diterapkan agar seluruh stok bahan pokok yang disediakan dapat terbagi secara adil dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mencegah aksi borong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
( Editor : Saldi / Juwita )




