Blitar, jurnalmataraman.com – Aktivitas mendaki gunung kini kian populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda (Gen Z). Salah satu jalur pendakian yang tengah menjadi primadona baru adalah Gunung Kelud via Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Jalur ini kian ramai diserbu pendaki lantaran menawarkan perpaduan pemandangan alam yang asri serta durasi trek yang tidak terlalu panjang. Karakternya yang bersahabat membuat jalur ini cocok dieksplorasi oleh pendaki pemula hingga penikmat olahraga ekstrem.
Pendakian via Karangrejo menyuguhkan variasi medan yang tergolong lengkap. Sejak mengawali langkah dari area Pintu Rimba, para pendaki akan melintasi trek landai, tanjakan bebatuan, tangga besi, hingga hamparan pasir vulkanik khas Gunung Kelud. Udaranya pun sangat sejuk dengan vegetasi hutan yang masih terjaga rapat. Guna menunjang keselamatan dan kenyamanan pendaki, pengelola setempat telah memasang sejumlah fasilitas pengaman di titik-titik rawan:
Tangga Besi dipasang pada tanjakan terjal, menjadi spot favorit para pendaki untuk melintas sekaligus berswafoto.sedangkan, Tali Pengaman Disediakan untuk membantu pendaki memanjat atau menuruni medan yang curam dengan lebih stabil.
Tak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan berkemah (camping), jalur Karangrejo juga kerap dipilih untuk pendakian tek tok yakni naik ke puncak dan langsung turun kembali di hari yang sama serta olahraga trail run. Bagi wisatawan yang berencana melakukan pendakian tek tok maupun trail run, pengelola memberlakukan batasan waktu keberangkatan dari basecamp paling lambat pukul 08.00 WIB demi alasan keselamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Melda, salah satu pendaki lokal, mengungkapkan bahwa keasrian vegetasi serta variasi jalur yang aman menjadi alasan utamanya memilih pendakian via Karangrejo.
Tarif Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) di jalur ini terbilang sangat terjangkau bagi kantong wisatawan, yakni pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000 per orang ditambah retribusi parkir kendaraan senilai Rp 5.000. Sementara itu, untuk efisiensi waktu dan tenaga dari basecamp menuju Pintu Rimba, para pendaki dapat memilih menggunakan kendaraan roda dua pribadi atau memanfaatkan opsi jasa ojek lokal dengan biaya Rp 70.000 per orang.
( Editor : Arno / Loris )




