Kediri, Jurnalmataram.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, puluhan penjahit di Pasar Pahing, Kota Kediri, kebanjiran pesanan seragam sekolah. Dalam sepekan terakhir, jumlah order meningkat hingga 40 persen dibanding hari biasa sehingga pendapatan para penjahit ikut terdongkrak.Sedikitnya 35 penjahit yang beroperasi di Pasar Pahing tampak sibuk menyelesaikan pesanan pelanggan. Suara mesin jahit nyaris tak berhenti terdengar sejak pagi, sementara potongan kain seragam memenuhi meja kerja mereka.
Pesanan yang diterima pun beragam. Mulai dari permak seragam, pemasangan atribut atau bet sekolah, hingga pembuatan seragam baru. Untuk satu stel seragam, ongkos jahit dipatok sekitar Rp 150 ribu, tergantung model dan tingkat kesulitannya.Suharto, salah seorang penjahit di Pasar Pahing, mengaku peningkatan pesanan mulai terasa sejak sepekan terakhir. Mayoritas pelanggan datang untuk mempersiapkan kebutuhan seragam anak sebelum hari pertama masuk sekolah.”Kalau dibanding hari biasa, order naik sekitar 40 persen. Alhamdulillah penghasilan juga ikut naik. Biasanya sehari mendapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, sekarang bisa mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu,” ujarnya.Lonjakan pesanan tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit. Mereka bahkan harus bekerja lebih lama agar seluruh pesanan selesai tepat waktu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Sementara itu, Intan, salah seorang warga Kota Kediri, mengaku sengaja memilih menjahitkan seragam di Pasar Pahing. Menurutnya, banyaknya penjahit di lokasi tersebut membuat pelanggan lebih mudah mencari jasa jahit yang masih memiliki waktu pengerjaan cepat.”Kalau di sini penjahitnya banyak, jadi bisa memilih yang tidak terlalu penuh antreannya. Pengerjaannya biasanya lebih cepat,” katanya.Para penjahit memperkirakan lonjakan pesanan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Sebab, masih banyak orang tua yang baru melengkapi kebutuhan seragam anak menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
(Editor : Rey / Bara)

