Tulungagung, jurnalmataram.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026, toko-toko seragam sekolah di Jalan Basuki Rahmat, Tulungagung, dipadati pembeli. Orang tua memanfaatkan momen tersebut untuk melengkapi kebutuhan sekolah anak, mulai jenjang TK hingga SMA. Lonjakan pembeli berdampak pada peningkatan penjualan seragam. Bahkan, permintaan seragam sekolah dasar (SD) menjadi yang paling tinggi dibanding jenjang lainnya.
Pemilik toko seragam, Mochammad Fahrudin, mengatakan penjualan seragam SD naik hingga 100 persen dibanding hari biasa. Sementara itu, permintaan seragam SMP dan SMA meningkat sekitar 40 hingga 50 persen. “Kalau hari biasa hanya terjual sekitar 10 sampai 15 stel per hari. Sekarang bisa mencapai 60 hingga 70 stel setiap hari,” ujarnya. Menurut Fahrudin, harga seragam masih relatif stabil. Untuk satu stel seragam SD lengan pendek dijual Rp130 ribu, sedangkan lengan panjang Rp160 ribu. Seragam SMP dibanderol Rp170 ribu hingga Rp190 ribu per stel. Adapun seragam Pramuka dijual dengan harga Rp190 ribu hingga Rp200 ribu per stel. Sementara seragam SMA dipatok sekitar Rp20 ribu lebih mahal dibanding seragam SMP.
Salah seorang pembeli, Isma, mengaku sengaja datang langsung ke toko untuk membeli seragam sekolah adiknya. Menurutnya, berbelanja secara langsung lebih memudahkan memilih ukuran yang pas sekaligus memastikan kualitas bahan. “Kalau beli langsung bisa dicoba ukurannya dan kualitas kainnya juga bisa dilihat,” katanya. Tak hanya melayani warga Tulungagung, toko-toko seragam di kawasan tersebut juga didatangi pembeli dari Kediri, Blitar, hingga Trenggalek. Para pedagang memperkirakan lonjakan penjualan masih akan berlangsung hingga sekitar dua pekan setelah dimulainya kegiatan belajar mengajar.
(Editor : Rey / Nadia)



