Tulungagung, jurnalmataraman.com – Gerbong kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2030 resmi bergulir. Di bawah komando Cipto Nurdiyanto sebagai ketua, induk organisasi olahraga bela diri ini ditargetkan mampu mendongkrak prestasi pesilat Kota Marmer hingga ke kancah nasional, sekaligus memperkokoh persatuan antarperguruan silat di daerah.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus definitif tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I IPSI Jawa Timur, Tono Suharyanto, bertempat di Ruang Prajamukti Kantor Pemkab Tulungagung.
Dalam sambutannya, Tono Suharyanto menaruh ekspektasi tinggi agar kepengurusan yang baru mampu menyusun program pembinaan yang terstruktur dan terukur. Menurutnya, potensi atlet pencak silat Tulungagung sangat menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Tulungagung menduduki peringkat delapan besar dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang diikuti oleh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Saat ini, kami juga terus memantau salah satu pesilat putri kelas E dari Tulungagung. Ia telah masuk dalam radar pemantauan untuk diproyeksikan mengikuti ajang yang lebih tinggi menuju Pra-PON 2028,” ungkap Tono.
Merespons tantangan tersebut, Ketua IPSI Tulungagung terpilih, Cipto Nurdiyanto, menegaskan bahwa pihaknya langsung tancap gas menyiapkan sejumlah program strategis. Fokus utamanya tidak hanya pada kesiapan atlet, tetapi juga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung.
“Program jangka dekat kami akan difokuskan pada penataran pelatih, serta wasit dan juri. Untuk atlet berprestasi, kami akan menggelar Training Center (TC) khusus. Selain itu, kejuaraan di tingkat kabupaten akan rutin kami selenggarakan demi menambah jam terbang bertanding para atlet,” papar Cipto
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir dalam pelantikan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara IPSI dan pemerintah daerah. Ia menyoroti bahwa pembinaan pencak silat tidak melulu soal perolehan medali, melainkan juga pembangunan karakter generasi muda.
Lebih jauh, Ahmad Baharudin berharap IPSI dapat menjalankan peran krusialnya sebagai payung yang mengayomi seluruh perguruan. Olahraga bela diri diharapkan mampu menjadi wadah persatuan yang mempererat kerukunan sosial dan memupuk kedisiplinan di tengah masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan antarperguruan silat tersebut, IPSI diyakini tidak hanya akan mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Tulungagung.
( Editor : Afif / Firman )



