Tulungagung, Jurnalmataraman.com – Manajer perseta 1970 Tulungagung, berencana membawa kasus penendangan terhadap pemainnya, saat berlaga di bangkalan, ke ranah hukum. Sementara itu, saat ini kondisi pemain yang ditendang mengalami retak tulang rusuk, dan dirawat di rumah sakit.
Insiden tendangan brutal pemain putra jaya Kabupaten Pasuruan, Muhamad Hilmi Gymnastiar, ke dada pemain perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, saat berlaga di bangkalan pada senin sore kemarin, mengakibatkan tulang rusuk pemain perseta tersebut retak. Hal itu disampaikan oleh manajer perseta 1970, Rudi Iswahyudi, selasa siang.

Rudi mengatakan, ” kemarin senin malam Firman mengeluh sulit bernafas, dan sampai dengan selasa siang, masih menjalani perawatan di RSUD Bangkalan “.
Rudi berharap, persoalan ini tidak hanya berhenti pada sanksi disiplin, tetapi juga sanksi hukum. Rudi berencana untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Menurutnya insiden ini sudah diluar konteks permainan, dan insiden yang terjadi pada menit ke 71 itu ada unsur kesengajaan.
Rudi menambahkan, sampai dengan selasa siang belum ada permintaan secara resmi, baik dari manajemen klub putra jaya, maupun pelaku penendangan Muhammad Hilmi Gimnastiar.
(Editor : Agus bondan-Beny setiawan)



