Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Lodho Kelud, Kuliner Khas Kediri yang Diburu Wisatawan hingga Tokoh Nasional

by M. Zainurofi
5 Januari 2026 | 15:37
Reading Time: 2 mins read
0
Lodho Kelud, Kuliner Khas Kediri yang Diburu Wisatawan hingga Tokoh Nasional

Kediri, jurnalmataraman.com – Selain dikenal memiliki beragam destinasi wisata, Kabupaten Kediri juga menyimpan kekayaan kuliner yang menggugah selera. Salah satunya adalah Lodho Kelud, kuliner khas berbahan dasar ayam kampung yang kaya rempah dan banyak diburu pelanggan, mulai dari warga lokal, wisatawan luar daerah, hingga kalangan artis, pejabat, dan tokoh agama.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Kelud, tak lengkap rasanya jika tidak singgah ke warung “Lodho Ayam Kampung Bapake” milik Ninik Suwarni yang berlokasi di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Warung ini dikenal memiliki cita rasa lodho yang berbeda dari kebanyakan lodho lainnya.

Jika lodho ayam pada umumnya disajikan dengan racikan bumbu berwarna kuning, di warung milik perempuan berusia 37 tahun ini justru disajikan dengan pelengkap sayur urap dan trancam. Perpaduan tersebut menghadirkan sensasi rasa khas yang menjadi ciri tersendiri.

Selain racikan bumbu yang berbeda, proses memasak yang masih menggunakan tungku tradisional menjadi daya tarik utama. Cara memasak tersebut dinilai mampu menghasilkan aroma rempah yang lebih kuat serta tekstur daging ayam kampung yang empuk.

Tak hanya pelanggan dari Kediri, pengunjung dari luar daerah juga banyak berdatangan. Bahkan, sejumlah pejabat, artis, dan tokoh ulama diketahui pernah singgah untuk menikmati lodho ayam kampung di warung tersebut.

Salah satu pelanggan asal Tulungagung, Asmaul Husna, mengaku awalnya penasaran dengan rasa “Lodho Ayam Kampung Bapake”. Setelah mencicipi, ia mengaku terkesan dengan kelezatan masakan tersebut.

“Rasanya enak, bumbunya terasa, dan dagingnya empuk. Mungkin karena dimasak dengan tungku,” ujar Asmaul.

Sementara itu, pemilik warung, Ninik Suwarni, mengatakan usaha lodho ayam kampung yang dikelolanya telah berdiri sejak tahun 2015. Menurutnya, selain memiliki resep bumbu rahasia, penggunaan tungku tradisional menjadi kunci utama kelezatan masakannya.

“Bumbu bisa lebih meresap dan daging ayam menjadi empuk, sehingga rasanya lebih lezat,” kata Ninik.

Untuk memanjakan pelanggan, konsep penyajian di warung ini dibuat prasmanan. Pengunjung dapat mengambil sendiri nasi, lodho ayam kampung, serta urap-urap sesuai selera. Dalam sehari, Ninik mampu menghabiskan sekitar 20 ekor ayam kampung, sementara pada akhir pekan jumlahnya meningkat menjadi 25 hingga 30 ekor ayam kampung.

Kuliner Lodho Kelud ini pun menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang melengkapi pengalaman wisata di Kabupaten Kediri.

(Editor : Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: Ayam KampungDesa Pandantoyogunung keludkuliner kediriLodho KeludngancarWisata Kuliner
ShareTweetShare
Next Post
Pemain Ditendang, Manajer Perseta 1970 Berencana Bawa Persoalan Ke Ranah Hukum

Pemain Ditendang, Manajer Perseta 1970 Berencana Bawa Persoalan Ke Ranah Hukum

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .