Trenggalek, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus menggeber proses pengurukan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek. Lahan tersebut berada di kawasan persawahan yang merupakan aset milik pemerintah daerah.
Langkah ini menjadi tahapan awal sebelum dimulainya pembangunan fisik gedung yang dijadwalkan akan dilakukan pada akhir tahun 2025 mendatang.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko mengatakan bahwa saat ini pengerjaan pengurukan tanah masih berlangsung intensif. Proyek ini menggunakan anggaran sekitar Rp. 2,5 miliar dengan total kebutuhan tanah uruk mencapai 21 ribu meter kubik.

“Tanah uruk diambil dari disposal material Bendungan Bagong. Kami optimis proses pengurukan bisa selesai tepat waktu, meskipun beberapa hari terakhir cuaca kurang mendukung,” ujar Anjang Purwoko.
Ia menambahkan target penyelesaian pengurukan ditetapkan pada awal Desember mendatang. Setelah seluruh proses penataan ruang lahan dan kelengkapan administrasi rampung, pembangunan konstruksi gedung akan segera dimulai oleh pemerintah pusat.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Kehadiran sekolah ini nantinya diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan alternatif yang berorientasi pada pengembangan karakter dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan percepatan pengerjaan tahap awal ini, Pemkab Trenggalek menunjukkan komitmennya dalam mempercepat realisasi proyek pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
( Editor : Ima & Wahyu Adi )



