Blitar, jurnalmataraman.com – Para peternak bebek pedaging di Kabupaten Blitar tengah menghadapi masa sulit. Sejak dua bulan terakhir harga daging bebek di tingkat peternak terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Saat ini harga jual hanya berkisar antara Rp.18.000 hingga Rp.19.000 per kilogram jauh di bawah harga sebelumnya yang mencapai Rp. 24.000 hingga Rp. 25.000 per kilogram.
Penurunan harga ini disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar sementara stok bebek pedaging justru melimpah. Kondisi ini membuat banyak peternak mengalami kerugian bahkan tak sedikit yang terancam menghentikan usaha mereka jika situasi tidak segera membaik.
Budi seorang peternak bebek pedaging asal Dusun Sukosari Desa Sukorejo Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar mengungkapkan keprihatinannya. Ia mengatakan penurunan harga yang drastis telah membuat para peternak kehilangan banyak modal.

“Saat ini kami sangat kesulitan. Harga daging bebek yang terus turun membuat kami merugi. Stok bebek pedaging memang sedang banyak tapi permintaan pasar tidak sebanding,” ujar Budi saat ditemui di kandangnya Jumat (18/10).
Ia berharap harga daging bebek bisa segera kembali stabil di kisaran Rp23.000 per kilogram agar para peternak dapat melanjutkan usaha ternaknya tanpa harus menanggung kerugian berkepanjangan.
“Kami berharap harga bisa kembali normal paling tidak di angka dua puluh tiga ribu per kilogram. Itu harga minimal agar kami bisa tetap bertahan,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi sorotan bagi berbagai pihak mengingat sektor peternakan merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Diharapkan ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk membantu menstabilkan harga dan menyerap hasil ternak peternak lokal.
(editor : Ifhami & Wahyu Adi )



