Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sambitan Layangan Menjadi Hiburan Usai Masa Panen

by Agus Bondan
16 Oktober 2025 | 12:32
Reading Time: 2 mins read
0
Sambitan Layangan Menjadi Hiburan Usai Masa Panen

tulungaung,jurnalmataraman.com – Selepas masa panen, hamparan sawah di Desa Jarakan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung berubah fungsi menjadi ruang ekspresi warga. Bukan untuk bercocok tanam melainkan menjadi arena lomba sambitan layangan atau adu ketangkasan layang-layang yang kini menjadi tradisi masyarakat setempat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata namun juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga serta wadah kegiatan positif terutama bagi anak-anak dan remaja di pedesaan.

Setiap sore suasana di area persawahan tampak ramai. Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul dengan antusias. Langit pedesaan dihiasi warna-warni layangan yang saling beradu di udara, diiringi sorak sorai penonton yang memeriahkan suasana.

Lomba sambitan layangan ini telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap usai panen. Tak hanya diikuti oleh warga lokal, peserta juga datang dari luar desa hingga luar kecamatan. Dalam setiap gelarannya, jumlah peserta dapat mencapai 60 hingga 80 orang.

Salah satu panitia lomba Fanani menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarwarga khususnya kalangan pemuda serta menjadi alternatif kegiatan untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai.

Lomba ini dibagi menjadi dua kategori yakni kelas junior untuk anak-anak usia sekolah dasar dan kelas dewasa untuk peserta umum. Antusiasme anak-anak terlihat jelas dalam keikutsertaan mereka. Azka Fredilio, salah satu peserta kategori junior mengaku lebih senang bermain sambitan layangan dibanding bermain dengan ponsel.

Sementara itu menurut Ihsan Syaifudin salah satu peserta dewasa teknik tarik-ulur benang menjadi kunci utama dalam memenangkan adu layangan. Sedangkan kekuatan dan ketajaman benang hanya berperan sebagai faktor pendukung.

Tradisi sambitan layangan di Desa Jarakan menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas masih hidup di tengah masyarakat pedesaan. Selain menjadi sarana hiburan kegiatan ini juga turut melestarikan permainan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai di tengah gempuran teknologi modern.

( editor : Frisca & Wahyu Adi )

Bagikan di Media Sosial
Tags: hiburan usai paneninfo tulungagunglomba sambitansambitan layangantradisi masyarakat
ShareTweetShare
Next Post
Puluhan Tahun Warga Trenggalek Hidup Dengan Air Sumur Tercemar Bau Logam Karat

Puluhan Tahun Warga Trenggalek Hidup Dengan Air Sumur Tercemar Bau Logam Karat

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .