Tulungagung,jurnalmataraman.com – Kondisi puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung, yang sempat diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/10), kini berangsur membaik. Sebagian besar siswa yang sebelumnya menjalani perawatan medis telah diperbolehkan pulang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, menyampaikan bahwa hingga Selasa pagi tercatat sebanyak 68 siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah. Dari jumlah tersebut, 63 orang menjalani perawatan di sejumlah puskesmas dan 5 orang dirawat di Rumah Sakit dr. Karnaeni Campurdarat.
Menurut Anna, kondisi seluruh pasien kini telah stabil. “Sebanyak 58 siswa yang dirawat di puskesmas sudah pulang. Sementara itu, empat siswa masih dirawat di Puskesmas Boyolangu dan satu siswa di Puskesmas Beji,” terangnya.

Adapun pasien yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit dr. Karnaeni Campurdarat, kini tersisa empat orang setelah satu siswa dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.
Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menelusuri penyebab dugaan kasus keracunan tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dikirim ke tiga laboratorium berbeda yakni Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya, Laboratorium RSUD dr. Iskak Tulungagung, serta Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tulungagung.
“Langkah ini dilakukan agar hasil uji bisa segera diketahui, sehingga penyebab pasti dugaan keracunan bisa dipastikan dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan juga memastikan terus melakukan pemantauan terhadap program MBG, termasuk memperketat pengawasan terhadap higienitas bahan pangan dan proses produksi makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah
(Editor : Lusia & Wahyu Adi)



