Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Lestarikan Tradisi Adat, Warga Nganjuk Gelar Upacara Mitoni Penuh Makna

by redaksi jurnal mataraman
11 Oktober 2025 | 15:16
Reading Time: 2 mins read
0
Lestarikan Tradisi Adat, Warga Nganjuk Gelar Upacara Mitoni Penuh Makna

Nganjuk, jurnalmataraman.com  – Tradisi Mitoni atau yang lebih dikenal dengan Tingkeban masih terus dilestarikan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Upacara adat tersebut menjadi wujud rasa syukur atas kehamilan yang telah memasuki usia tujuh bulan sekaligus doa agar proses persalinan berjalan lancar dan selamat.

Salah satu keluarga yang masih mempertahankan tradisi tersebut adalah pasangan suami istri Sefia Maharni dan Marjuki Cahyono, warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk. Prosesi adat Mitoni digelar di kediaman mereka dengan melibatkan keluarga besar dan warga sekitar.

Upacara diawali dengan pasangan mengenakan kain jarik dan dimandikan menggunakan air bunga tujuh rupa yang disiramkan sebanyak tiga kali. Ritual ini menjadi simbol pensucian diri serta harapan agar sang ibu dan janin senantiasa diberi keselamatan.

Setelah itu, kedua pasangan didandani secara asal-asalan yang mengundang tawa warga. Prosesi dilanjutkan dengan ritual pecah telur sebagai simbol kelahiran anak yang selamat, dan pecah kelapa untuk menandakan jenis kelamin bayi yang akan lahir.

Calon ayah diberikan sabit, sementara calon ibu membawa sapu. Keduanya kemudian membersihkan halaman rumah bersama sebagai lambang kekompakan pasangan suami istri dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.

Uniknya, dalam prosesi tersebut terdapat tradisi memukul pasangan menggunakan batang daun oleh sesepuh desa. Simbol tersebut mengandung makna agar pasangan dapat tanggap dan cepat dalam menyelesaikan persoalan hidup.

“Tradisi ini sudah turun-temurun. Tujuannya untuk memohon keselamatan bagi ibu dan calon bayi, agar proses kelahirannya tidak mengalami hambatan,” ujar Lasiyem, salah satu sesepuh desa.

Sebagai penutup, warga melaksanakan doa bersama dan berbagi uang logam yang diperebutkan oleh anak-anak serta masyarakat sekitar sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tradisi Mitoni menjadi salah satu warisan budaya Jawa yang sarat makna dan nilai-nilai kebersamaan, yang hingga kini masih dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat Nganjuk.

(Editor : Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: adat Jawabudayabudaya Jawa Timurkearifan lokalmitoniNganjukpelestarian budayatingkebantradisitradisi turun-temurun
ShareTweetShare
Next Post
Truk Bermuatan Batu Tabrak Rumah Warga di Nganjuk, Sopir Alami Patah Kaki

Truk Bermuatan Batu Tabrak Rumah Warga di Nganjuk, Sopir Alami Patah Kaki

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .