Pamekasan, jurnalmataraman.com – Insiden dugaan keracunan massal usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, terus menyita perhatian publik. Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program tersebut.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Sahibuddin, menegaskan bahwa program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan mulia. Karena itu, pengelola MBG di daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan. “Program ini jangan sampai mengorbankan keselamatan siswa. Keamanan harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Sahibuddin juga menekankan pentingnya pengelola dapur MBG untuk lebih proaktif melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan orang tua agar makanan yang diterima siswa layak konsumsi. Transparansi terkait proses produksi, distribusi hingga penyedia MBG dinilai penting agar kekhawatiran masyarakat tidak semakin meluas.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memberikan pendampingan penuh terhadap para korban terdampak. “Pelayanan terhadap korban harus dipastikan termasuk pembiayaan perawatan baik di puskesmas maupun rumah sakit agar tidak menjadi beban bagi keluarga,” ujar Sahibuddin.
Berdasarkan data terakhir, sedikitnya 37 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG di wilayah Kecamatan Tlanakan pada Selasa sore (9/9/2025). Mereka terdiri atas siswa, santri, guru serta orang tua siswa. Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan.
(Editor : Wahyu Adi)



