Tulungagung, jurnalmataraman.com – Belasan siswa kelas IV SD Negeri 2 Kradinan Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung terpaksa menjalani proses belajar mengajar di tenda darurat. Langkah ini ditempuh setelah ruang kelas mereka rusak parah akibat tanah longsor yang terjadi pada Selasa (19/9).
Tenda berukuran 3 x 6 meter bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung didirikan di halaman sekolah untuk digunakan sebagai ruang belajar sementara. Sebelumnya siswa harus menempuh pembelajaran di musala dan area parkir sekolah yang dinilai kurang layak.
Ketika belajar di musala siswa duduk lesehan dengan meja lipat dalam ruangan sempit. Sementara itu, belajar di area parkir sering terganggu suara kendaraan yang melintas. “Dengan adanya tenda ini kondisi sedikit lebih baik walau suasana sekitar masih bising dan suhu di dalam tenda cukup panas. Kami berharap ada kipas angin untuk menunjang kenyamanan siswa,” tutur Dwi Sri Sulasmi guru SDN 2 Kradinan.
Saat ini 19 siswa kelas IV menjadi kelompok yang paling terdampak. Belum ada kepastian kapan ruang kelas yang rusak dapat kembali digunakan. Meski belajar dalam kondisi terbatas para siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. “Belajar di tenda agak panas tapi kami tetap senang bisa belajar bersama teman-teman,” ungkap Belvis Azizah Salsabela salah satu siswa.
Peristiwa longsor tersebut juga merusak ruang perpustakaan dan kamar mandi sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun pihak sekolah berharap perbaikan ruang kelas segera dilakukan agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal.
(Editor : Pandu & Wahyu Adi)



