Kediri, jurnalmataraman.com – semarak terlihat di Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri saat ratusan warga memadati jalan desa untuk mengikuti kirab gunungan tumpeng tahu dalam rangka tradisi tahunan Grebeg Suro. Tradisi ini menjadi momentum wujud syukur masyarakat atas hasil panen dan keberhasilan pelaku UMKM tahu kuning di wilayah tersebut.
Gunungan tumpeng yang berisi sekitar 4.500 potong tahu kuning khas Kediri serta aneka hasil bumi seperti sayur-mayur dan buah-buahan dikirab dari balai desa menuju titik pusat acara. Setelah kirab selesai masyarakat pun langsung berebut gunungan sebagai simbol keberkahan.
Meski panitia telah mengimbau warga untuk tertib dan tidak saling mendorong antusiasme yang tinggi membuat kerumunan warga tetap merangsek maju. Bahkan beberapa warga sempat terjatuh saat berebut tahu dan hasil bumi. Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan luka serius dan acara tetap berlangsung lancar hingga selesai.
“Saya ikut berebut karena ingin dapat sayuran dan buah. Sekarang harga sayur sedang mahal jadi mumpung ada kirab saya manfaatkan” ujar Dian salah satu warga yang mengikuti kegiatan.
Kepala Desa Toyoresmi Gatot menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberkahan hasil pertanian dan kemajuan UMKM lokal. Menurutnya gunungan tahu dan hasil bumi merupakan simbol kemakmuran yang ingin dibagikan kepada seluruh warga.
“Kami berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi pemersatu warga. Selain sebagai bentuk syukur ini juga untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan hasil bumi lokal Toyoresmi” ujarnya.
Tradisi Grebeg Suro yang berlangsung setiap tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar desa yang ingin menyaksikan atau turut serta dalam kemeriahannya.
(editor: Aprilia & Trias M.A )



