Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pusaka Kyai Upas Disucikan, Warga Antusias Ikuti Tradisi Jamasan di Bulan Suro

by Agus Bondan
11 Juli 2025 | 17:44
Reading Time: 2 mins read
0
Pusaka Kyai Upas Disucikan, Warga Antusias Ikuti Tradisi Jamasan di Bulan Suro

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Bulan Suro dalam penanggalan Jawa dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai waktu yang penuh makna spiritual. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk melakukan ritual pensucian diri maupun benda-benda pusaka. Tak terkecuali Tombak Kyai Upas pusaka warisan leluhur Kabupaten Tulungagung yang kembali menjalani prosesi jamasan atau pensucian pada Jumat (11/07).

Prosesi sakral ini berlangsung di Pendopo Kanjengan Tulungagung dan diawali dengan penyerahan air Nowo Tirto oleh iring-iringan dayang kepada pemangku amanah pusaka. Air tersebut berasal dari sembilan sumber mata air yang dianggap sakral antara lain air dari mata air pegunungan, air tempuran sungai, air kelapa, sadapan pohon pisang raja, hingga air rendaman bunga dari pohon randu.

Menurut kepercayaan masyarakat, air-air tersebut melambangkan wujud seekor naga dari kepala (sumber panguripan), tubuh (sumber puser), hingga ekor (sumber buntut) sebagai simbol kekuatan dan kesatuan alam.

Tombak Kyai Upas kemudian dijamasi dengan air Nowo Tirto yang dicampur bunga-bungaan dan jeruk nipis dalam suasana penuh khidmat. Setelah disucikan pusaka disarungkan kembali dibebat kain putih bersih dan dihiasi dengan untaian bunga melati sebelum diusung dan disemayamkan kembali ke tempat semula.

Winarto, juru jamas pusaka menuturkan bahwa tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Suro, tepatnya hari Jumat setelah tanggal 10 Suro.

“Jamasan pusaka ini bukan sekadar ritual adat, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan harapan akan keberkahan bagi daerah” ujarnya.

Selain ritual jamasan, prosesi juga diwarnai dengan rebutan ubo rampe dan air sisa jamasan oleh masyarakat. Mereka percaya bahwa air dan sesaji yang digunakan dalam ritual tersebut memiliki khasiat untuk perlindungan dari mara bahaya serta mendatangkan berkah.

“Saya ikut rebutan ubo rampe karena dipercaya membawa rezeki dan keselamatan” ungkap Musini, salah seorang warga yang hadir sejak pagi.

Tombak Kyai Upas merupakan pusaka penting yang secara simbolis merepresentasikan kekuatan dan legitimasi kepemimpinan di Kabupaten Tulungagung. Ritual jamasan diyakini jiwa dan raga pusaka turut dibersihkan, sehingga pemimpin daerah dapat menjalankan pemerintahan dengan bijak dan membawa kesejahteraan bagi rakyat.

( editor: Neha & Trias M.A )

Bagikan di Media Sosial
Tags: bulan suroinfo tulungagungjamasan pusaka kyai upasPendopo Kanjengan TulungagungTulungagung
ShareTweetShare
Next Post

LIVE : Wayang Kulit Jamasan Kyai Upas | Dalang : Ki Eko Prisdianto BT Niken Salindri & Duo Jo

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .