Kediri, jurnalmataraman.com – Potensi besar ikan koi di Kabupaten Kediri kian mendapat pengakuan nasional. Hal ini ditandai dengan peresmian Indonesia Koi Breeder (IKB) di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menjadikannya sebagai cabang kedua setelah Bogor.
Peluncuran IKB ini dilangsungkan di Agung Koi Farm, Desa Karanganyar, Kecamatan Wates. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Agung Koi Farm dikenal luas sebagai salah satu sentra koi unggulan di Indonesia. Bahkan, dalam kejuaraan Indonesia Koi Breeder tahun lalu, ikan koi dari Agung Koi Farm berhasil meraih gelar Grand Champion, yang menjadi prestasi membanggakan.
Keberhasilan ini menarik perhatian pengurus pusat IKB yang berbasis di Bogor untuk merekrut empat anggota dari Agung Koi Farm bergabung dalam wadah tersebut. Kehadiran IKB di Kediri diharapkan mampu menjadi pusat kolaborasi antar pembudidaya koi sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta daya saing koi lokal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafidz, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran IKB ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun industri ikan koi yang tidak hanya mampu berkembang di tingkat nasional, namun juga siap bersaing di pasar internasional.
“Kami sangat mendukung hadirnya Indonesia Koi Breeder di Kediri. Ini akan menjadi semangat baru bagi pembudidaya koi lokal, dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam memajukan sektor perikanan hias,” ujar Nur Hafidz.

Sementara itu, Agung Wibowo selaku pemilik Agung Koi Farm mengungkapkan rasa bangganya karena peternakan koi miliknya dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran IKB. Ia juga berbagi kiat sukses dalam merawat ikan koi agar bisa bersaing di level tinggi.
“Merawat koi itu soal ketelatenan dan kesabaran. Dengan perlakuan yang tepat, koi bisa tumbuh indah dan sehat, bahkan menjadi juara di berbagai kompetisi,” ungkap Agung Wibowo.
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, produktivitas ikan koi di wilayah tersebut mencapai sekitar 78 juta ekor per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar yang perlu diiringi dengan peningkatan kualitas serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
( Editor : Kaila & Trias M.A )
.
.



