Tulungagung, jurnalmataraman.com – Warga Desa Bendosari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang tersangkut di batu padas di aliran Sungai Brantas, Selasa (8/7) pagi. Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar dan segera dilaporkan ke pihak berwenang.
Lokasi mayat yang cukup sulit dijangkau, pihak Polsek Ngantru langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung untuk proses evakuasi. Dengan menggunakan perahu karet, tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk penanganan medis lebih lanjut.
Wakapolsek Ngantru Iptu Medianto menjelaskan bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia antara 35 hingga 40 tahun. Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian tidur berwarna hijau tosca dan kondisi jenazah masih dalam keadaan utuh yang menandakan bahwa korban diperkirakan baru meninggal sekitar satu hari sebelum ditemukan.
“Kami belum mengetahui identitas korban. Saat ini Tim Inafis sedang melakukan identifikasi dan penelusuran untuk mencari tahu siapa korban sebenarnya,” ujar Iptu Medianto kepada awak media.
Pihak kepolisian menduga korban merupakan warga dari daerah lain, mengingat Sungai Brantas memiliki aliran air yang panjang dan deras yang memungkinkan jenazah terbawa arus cukup jauh sebelum akhirnya tersangkut di lokasi penemuan.
Hingga Selasa siang, jenazah masih berada di instalasi kedokteran forensik RSUD dr. Iskak untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
( Editor : Nadine & Trias M.A )



