Kediri, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kabupaten Kediri bersama DPRD Kabupaten Kediri menggelar sidang paripurna di kantor DPRD setempat. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah target menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyampaikan hal tersebut saat membacakan pandangannya pada rapat paripurna terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, yang digelar Selasa siang di Gedung Graha Sabha Canda Bhirawa.
“Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kediri saat ini masih cukup tinggi, yaitu 9,95 persen. Namun, kami optimistis dengan strategi pembangunan inklusif, angka tersebut bisa ditekan hingga nol persen dalam lima tahun ke depan,” ujar Dewi Maria Ulfa, Sidang paripurna kali ini juga mencakup penyampaian laporan hasil kegiatan komisi dan hasil reses masa persidangan II tahun sidang 2024/2025. Selain itu, Bupati Kediri memberikan penjelasan terkait dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni RPJMD 2025-2029 dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2024.
Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, menegaskan bahwa rapat paripurna ini merupakan tahap awal dalam proses penyusunan RPJMD. Ia menambahkan, penyampaian pandangan umum fraksi akan dilakukan pada rapat selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung malam hari pukul 19.00 WIB.
“Sinergi antara legislatif dan eksekutif sangat penting dalam merumuskan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Terutama dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup warga Kabupaten Kediri,” kata Murdi Hantoro.
Sebagai upaya menekan angka kemiskinan, Pemkab Kediri telah menyiapkan beberapa program unggulan. Salah satunya adalah program Sekolah Rakyat, yang mengusung konsep pendidikan berbasis masyarakat dengan sekolah gratis. Selain itu, ada program beasiswa GNOTA yang memberikan bantuan pendidikan mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi bagi pelajar kurang mampu.
Tidak hanya itu, Pemkab Kediri juga menyediakan program boarding school gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program-program ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Kediri.
( Editor : Nando & Trias M.A )



