Kediri,jurnalmataraman.com – Fenomena jajanan viral di media sosial terus memengaruhi tren konsumsi masyarakat. Salah satu yang sedang naik daun adalah kue koin mozarella, jajanan berbentuk koin pipih dengan isian keju mozarella yang meleleh saat digigit. Jajanan ini tengah menjadi buruan para pengunjung bazar di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri.
Popularitas kue ini melonjak setelah banyak diulas di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram. Menyasar generasi muda dan pecinta kuliner kekinian, kue ini tak hanya menarik dari segi rasa dan tampilan, tapi juga memberikan peluang bisnis bagi pelaku usaha mikro.
Adi, salah satu pedagang yang menjual kue koin mozarella di bazar SLG, mengaku menemukan ide ini dari hasil pengamatannya di media sosial.
“Awalnya saya jualan coklat Dubai, sempat ramai, tapi belakangan penjualan menurun. Akhirnya saya coba beralih ke kue koin mozarella karena lihat banyak yang viral,” ungkapnya.
Menurut Adi, daya tarik utama dari kue ini adalah tampilan unik dan sensasi lumer dari keju mozarella di bagian tengah. Ia mulai berjualan sejak sepekan lalu dan langsung diserbu pembeli.
“Baru jualan seminggu, tapi alhamdulillah responnya luar biasa. Banyak yang penasaran dan langsung beli setelah lihat di TikTok,” ujarnya.
Satu porsi kue koin mozarella dijual seharga Rp20.000. Jika ingin menambahkan topping seperti sosis, jagung, atau saus pedas manis, harganya naik menjadi Rp23.000. Kendati demikian, harga tersebut dianggap sepadan oleh para pembeli.
Elfransisca, salah satu pengunjung bazar, mengaku rela antre demi mencicipi jajanan viral ini. “
Saya lihat di media sosial, banyak yang review, jadi penasaran. Ternyata enak banget, kejunya lumer dan rasanya pas,” ungkap Elfansisca.
Menjamurnya jajanan viral seperti kue koin mozarella menjadi bukti bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap tren kuliner. Selain menghibur, konten makanan yang viral juga mampu menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM, seperti yang dialami Adi.
(Editor : Nando &Trias M.A)



