Kediri, jurnalmataraman.com – Tim gabungan dari pemerintah, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, mendirikan dapur umum di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo. Fasilitas ini menjadi solusi utama dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa desa di wilayah tersebut.
Setiap harinya, dapur umum ini menyediakan hingga 100 porsi makanan siap saji. Layanan ini diberikan kepada warga yang masih kesulitan memasak akibat dampak bencana. Makanan dimasak tiga kali sehari, dan dibagikan pada pukul 06.00, 12.00, dan 17.00 WIB.
Dapur umum ini telah beroperasi sejak dimulainya masa tanggap darurat dan dikelola oleh BPBD Kabupaten Kediri bersama para relawan.
Dewi Maria Ulfa, Wakil Bupati Kediri, menyampaikan bahwa warga dari desa lain seperti Pamongan dan Petungroto masih diizinkan mengambil makanan dari dapur umum tersebut.
“Kalau memang diperlukan, dapur umum tambahan bisa kami dirikan di desa lain untuk memperluas jangkauan bantuan,” ujar Dewi.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Blimbing kini bertambah menjadi enam orang. Dua rumah mengalami kerusakan, masing-masing milik Mbah Tekat dan Pak Joko.
Djoko menjelaskan bahwa faktor geografis memperparah dampak bencana. Struktur tanah aluvial yang labil serta dominasi tanaman seperti tebu dan cengkeh yang tidak memiliki akar kuat turut menjadi pemicu longsor, khususnya di wilayah Desa Pamongan.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan jika ada tanda-tanda potensi bencana susulan. Posko darurat dan dapur umum akan terus beroperasi selama masa tanggap darurat masih berlangsung.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



