Trenggalek, jurnalmataraman.com – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban longsor yang tertimbun material tanah di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian.
Jenazah pertama yang diduga bernama Yatemi (70) ditemukan pada pukul 15.00 WIB. Satu jam kemudian, pada pukul 16.00 WIB, tim kembali menemukan korban kedua yang diduga bernama Mesinem (90). Keduanya ditemukan tidak jauh dari titik yang sebelumnya telah ditandai oleh anjing pelacak.
Menurut keterangan Kasi Operasional dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, kedua jenazah masih dalam kondisi utuh dan dapat dikenali saat ditemukan. Meski demikian, tim INAFIS Polres Trenggalek tetap akan melakukan proses identifikasi secara resmi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk memastikan identitas korban.
“Saat ini jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Didit Arie Ristandy.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel SAR, TNI-Polri, relawan, serta warga setempat. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang tidak menentu.
Dengan ditemukannya dua korban ini, tim SAR terus melanjutkan pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Tragedi longsor ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya di wilayah rawan pergerakan tanah seperti Trenggalek.
( Editor : Ryan & Trias M.A)



