Tulungagung, jurnalmatraman.com – Ratusan umat Katolik di Tulungagung mengikuti Misa Minggu Paskah dengan penuh khidmat di Gereja Katolik Santa Maria Dengan Tidak Berdosa Asal, Minggu pagi (20/4). Perayaan ini menjadi puncak dari rangkaian Pekan Suci, memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Misa Paskah dipimpin langsung oleh Romo Thomas Aquino Djoko Nugroho dari Keuskupan Surabaya. Dalam khotbahnya, Romo Thomas mengajak umat Katolik untuk menjadikan peristiwa kebangkitan Kristus sebagai momentum pembaruan hidup.
“Kebangkitan Kristus adalah kemenangan atas dosa dan kematian. Maka, sebagai umat Katolik, kita diajak memperbarui hidup dan mewujudkan Tritugas Kristus: sebagai imam, nabi, dan raja dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Romo Thomas.
Makna Tritugas tersebut, lanjut Romo, bukan sekadar simbolik, melainkan panggilan untuk memimpin, menggembalakan, dan mensucikan—baik dalam keluarga, lingkungan, maupun komunitas umat.

Minggu Paskah memperingati hari ketika Yesus Kristus bangkit dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Kebangkitan ini diyakini sebagai tanda kemenangan kebaikan atas kejahatan, serta kehidupan atas kematian.
Perayaan Paskah ini juga menandai dimulainya masa Paskah dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Masa ini akan berlangsung hingga Hari Raya Pentakosta, yang jatuh 50 hari setelah Paskah. Sebelumnya, umat Katolik juga akan memperingati Kenaikan Isa Almasih, tepat 10 hari sebelum Pentakosta.
Dengan penuh sukacita dan semangat kebangkitan, umat Katolik di Tulungagung diharapkan terus menumbuhkan iman dan membawa terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana yang diteladankan oleh Yesus dalam karya penyelamatan-Nya.
(editor : Trias M.A)



