Kediri, jurnalmataraman.com — Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program “Telusur Banyu” di sejumlah saluran irigasi. Salah satu titik kegiatan terbaru dilaksanakan di kawasan irigasi Desa Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perawatan rutin saluran irigasi yang mencakup pembersihan sampah, pengangkatan sedimen, pemotongan rumput liar, perbaikan tanggul, hingga pengecatan ulang pintu air. Selain itu, Pusda Jatim juga menerapkan program Quick Respons untuk menangani kerusakan saluran air secara cepat dan tepat.
“Irigasi adalah sektor penting yang langsung berdampak pada kelangsungan hasil pertanian, apalagi di wilayah seperti Desa Semen yang sangat mengandalkan irigasi,” ujar Aries Iskandar, petugas penjaga pintu air.
Ia menambahkan, pengecekan rutin dilakukan di seluruh pintu air sekunder guna mengantisipasi gangguan seperti tanggul jebol, air mampet, atau kerusakan mekanis pada pintu air.
Dengan panjang saluran sekitar 4 kilometer, sistem irigasi di Kecamatan Semen ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 200 hektare dari hulu hingga hilir. Di wilayah Desa Semen sendiri, sekitar 50 hektare sawah secara rutin memanfaatkan irigasi dari Pusda.
Gunawan, salah satu petani setempat, mengungkapkan pentingnya saluran irigasi tersebut.
“Kami tidak bisa mengandalkan mesin atau diesel untuk pengairan. Jadi irigasi dari Pusda ini sangat kami butuhkan, apalagi di musim kemarau,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Himpunan Petani Desa Semen, Nur Andi Widodo, menyatakan bahwa cuaca yang tidak menentu membuat para petani sangat bergantung pada sistem pengairan yang stabil dan merata. Untuk musim kemarau, sistem pengairan pun diatur bergiliran demi pemerataan pasokan air.
Perawatan saluran dilakukan dua hingga tiga kali setiap minggu dengan melibatkan sekitar 10 petugas lapangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kondisi irigasi tetap optimal dan mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Dengan langkah nyata ini, Pusda Jatim menunjukkan bahwa perawatan infrastruktur air tak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut hajat hidup banyak orang — terutama petani yang menggantungkan hidup pada aliran air yang lancar dan terjamin.
(editor : Trias M.A)



