Trenggalek, Jurnalmataraman.com – Persatuan Sepak Bola Indonesia Trenggalek (Persiga) resmi meluncurkan skuad U-17 yang akan bertarung di ajang Piala Soeratin U-17 2026 Zona Jawa Timur. Mengusung semangat pembinaan daerah, Persiga memastikan seluruh punggawa yang diturunkan murni merupakan talenta lokal asli Trenggalek. Dalam acara peluncuran tim yang digelar pada Jumat (7/8) malam, Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak, menegaskan bahwa kebijakan tanpa pemain luar daerah ini adalah wujud nyata komitmen klub untuk memberikan panggung bagi pesepak bola muda di daerahnya.
“Kami sengaja tidak mendatangkan pemain dari luar daerah. Ini menjadi bagian dari upaya klub untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda Trenggalek agar bisa berkembang dan menunjukkan kemampuannya,” ungkap Ayub. Pada gelaran tahun ini, Persiga tergabung di Grup N dan akan bersaing dengan PSBR Kota Blitar, Kediri United, serta Blitar Poetra. Mengantongi status sebagai tuan rumah, seluruh pertandingan Grup N rencananya akan dipusatkan di Stadion Menak Sopal, Trenggalek. Meski hanya mengandalkan amunisi lokal, Ayub tetap optimistis timnya mampu memenuhi target untuk lolos dari fase penyisihan grup. Namun ia juga tak menampik bahwa persaingan di Grup N terbilang ketat, terutama kekuatan tim-tim asal Blitar dan Kediri yang dinilai relatif berimbang serta patut diwaspadai.
Dari segi kesiapan, skuad asuhan Persiga ini telah mematangkan strategi melalui pemusatan latihan (TC) sejak 5 Agustus lalu. Seluruh pemain diklaim dalam kondisi prima. Kehadiran Farel, salah satu pemain yang sudah memiliki pengalaman bertanding di luar daerah, diharapkan mampu memberikan kontribusi krusial dan menjadi motor penggerak tim. Tak hanya itu, manajemen juga memberikan fasilitas sepatu gratis guna mendongkrak motivasi bertanding para pemain. Langkah strategis manajemen Persiga ini mendapat apresiasi positif dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi. Ia menilai keikutsertaan skuad yang didominasi pemain lokal ini akan menjadi pemicu regenerasi sepak bola yang berkelanjutan di Trenggalek.
“Status sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan oleh para pemain untuk tampil maksimal. Kami tentu berharap Persiga mampu lolos ke fase berikutnya. Harapannya, mereka juga mampu menjadi inspirasi bagi pesepak bola usia dini di Trenggalek untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Doding. Sebagai informasi, masyarakat dapat memberikan dukungan langsung dengan menyaksikan pertandingan Piala Soeratin U-17 di Stadion Menak Sopal secara gratis. Skuad Persiga U-17 merencanakan laga perdana mereka pada 12 Agustus 2026, meski saat ini masih menunggu kepastian jadwal resmi dari Asprov PSSI Jawa Timur.
( Editor : Trias / Atha )





