Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dukung Transformasi Budaya Kerja, Kalaksa BPBD Kota Kediri Rutin Ngantor Gowes Sejauh 7 Kilometer

by Beny Kurniawan
2 April 2026 | 11:00
Reading Time: 2 mins read
0
Dukung Transformasi Budaya Kerja, Kalaksa BPBD Kota Kediri Rutin Ngantor Gowes Sejauh 7 Kilometer

KEDIRI, jurnalmataraman.com – Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan penggunaan kendaraan bermotor bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai memunculkan tren positif di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Salah satunya ditunjukkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, yang kini rutin mengayuh sepeda menuju kantor.

Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Surat Edaran (SE) Mendagri mengenai transformasi budaya kerja ASN. Dalam aturan tersebut, ASN disarankan mengurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan maksimal 50 persen dan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda, kendaraan listrik, atau transportasi umum.

Joko Ariyanto mengaku, aktivitas bersepeda ini sebenarnya bukan hal baru baginya. Namun, dengan adanya kebijakan ini, ia semakin intensif melakukannya. Dalam sepekan, ia menjadwalkan minimal tiga kali berangkat kerja menggunakan sepeda, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat.

“Selain menjalankan instruksi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, bersepeda ini juga investasi kesehatan. Badan terasa lebih bugar sebelum mulai beraktivitas di kantor,” ujar Joko Ariyanto saat ditemui usai memarkir sepedanya, Kamis (2/4).

Jarak antara rumah dan kantornya yang berkisar 7 kilometer ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Menurut Joko, durasi tersebut sangat ideal untuk olahraga pagi tanpa membuatnya merasa kelelahan saat sampai di tempat kerja. Selain itu, udara pagi Kota Kediri yang masih sejuk menjadi penyemangat tersendiri.

Menariknya, sebagai pimpinan di instansi penanggulangan bencana, momen gowes ini juga ia manfaatkan untuk fungsi pengawasan. Sambil mengayuh pedal, Joko memantau langsung kondisi lapangan di sepanjang rute yang ia lalui. Jika menemukan potensi kerawanan bencana atau masalah lingkungan, ia bisa segera melakukan koordinasi dengan timnya.

“Sambil jalan, kita bisa pantau kondisi kota. Jadi fungsi monitoringnya tetap jalan dengan cara yang lebih santai tapi efektif,” imbuhnya.

Semangat ramah lingkungan ini rupanya mulai menular. Joko menyebutkan bahwa saat ini beberapa personel di lingkungan BPBD Kota Kediri juga mulai sepakat untuk mengikuti langkah serupa, terutama bagi mereka yang jarak rumahnya kurang dari 7 kilometer dari kantor.

Melalui aksi sederhana ini, diharapkan transformasi budaya kerja ASN di Kota Kediri tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi benar-benar menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Editor : Trias M.A

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineinfo kedirikota Kediri
ShareTweetShare
Next Post
Siap Kerja, Puluhan Pemuda Ikuti Pelatihan Kerja Berbagai Bidang Kompetensi

Siap Kerja, Puluhan Pemuda Ikuti Pelatihan Kerja Berbagai Bidang Kompetensi

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .