Jombang, jurnalmataraman.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, KH Irfan Yusuf, menghadiri langsung prosesi pemberangkatan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Jombang di Pendopo Kabupaten, Kamis (7/5) siang. Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan, sapaan akrabnya, membawa kabar positif terkait penurunan signifikan kasus haji ilegal pada musim tahun ini.
Jemaah yang diberangkatkan kali ini tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 61 dan 62. Begitu acara seremoni pelepasan usai, para jemaah langsung diarahkan menuju deretan bus yang telah terparkir di halaman pendopo dengan bantuan petugas yang sigap mengangkat koper-koper jemaah ke dalam bagasi.
Dalam arahannya, Gus Irfan menekankan pentingnya bagi para tamu Allah untuk menjaga kondisi kesehatan, baik selama perjalanan pemberangkatan maupun saat menjalani rangkaian ibadah di tanah suci nanti. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada separuh dari total kuota jemaah haji seluruh Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi.
Terkait isu haji ilegal, Gus Irfan mengklaim adanya keberhasilan tim satgas gabungan dalam menekan angka pelanggaran tersebut. Kerjasama yang erat antara Kementerian Haji, Polri, dan pihak Imigrasi terbukti efektif menghalau keberangkatan jemaah non-prosedural. “Jika tahun lalu angka haji ilegal bisa mencapai ribuan, tahun ini kami berhasil menekan hingga di bawah 100 orang. Tercatat hanya sekitar 60 orang yang terdeteksi dan berhasil kami cegah keberangkatannya,” tegas Gus Irfan.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran-tawaran haji tanpa antre yang tidak resmi. Menteri Haji memastikan bahwa seluruh proses keberangkatan harus melalui jalur yang benar dan sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah. “Seluruh jemaah harus melalui proses yang benar. Tidak ada istilah haji tanpa antre melalui jalan belakang,” pungkasnya.
( Editor : Afif / Yusa )



