Blitar, jurnalmataramman.com – Perjalanan Kereta Api (KA) Dhoho relasi Blitar-Malang mengalami keterlambatan signifikan pada Selasa (28/4) malam. Hal ini terjadi setelah lokomotif kereta tersebut menghantam sebuah truk fuso yang terjebak di perlintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.39 WIB tersebut sempat terekam kamera warga. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga berjibaku berusaha mendorong truk fuso yang mendadak mati mesin tepat di atas rel. Namun, lantaran beban kendaraan yang berat, upaya evakuasi mandiri tersebut gagal hingga tabrakan tak terhindarkan. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan oleh Andung Guritno, warga Kediri, semula melaju dari arah utara. Truk tersebut diduga nekat menerobos meski palang pintu perlintasan sudah mulai bergerak turun.
“Diduga karena waktu menutup palang tidak cukup dan truk tetap nekat masuk, akhirnya truk terjebak. Saat berada di tengah rel, mesin truk mendadak mati,” ujar Baihaqi, salah satu saksi di lokasi. Sopir truk sempat keluar dari kabin dan meminta bantuan belasan warga untuk mendorong kendaraan bermuatan tersebut. Sayangnya, truk tidak bergeser sedikit pun hingga KA Dhoho yang sudah mendekat langsung menghantam bagian samping truk.
Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno menyatakan, pihaknya telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. “Saat ini penyebab kecelakaan masih kami dalami. Petugas fokus melakukan evakuasi agar arus lalu lintas dan jalur kereta kembali normal,” tegasnya.
Akibat benturan keras tersebut, lokomotif KA Dhoho mengalami kerusakan dan harus kembali ke Stasiun Kota Blitar untuk dilakukan penggantian lokomotif. Sementara itu, truk fuso masih berada di lokasi kejadian di Jalan Imam Bonjol untuk menunggu evakuasi muatan sebelum badan truk dapat dipindahkan. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi rambu di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama.
( Editor : Saldi / Sea )



