Blitar, jurnalmataraman.com – Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, puluhan petani di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, menggelar tradisi metik massal. Tradisi unik tersebut diselenggarakan guna melestarikan budaya turun-temurun setiap kali memasuki musim panen raya.
Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tugu Makmur berbondong-bondong menuju area persawahan desa setempat. Tradisi warisan leluhur ini diawali dengan berjalan beriringan menuju lahan pertanian yang siap dipanen. Sambil mengarak gunungan tumpeng berisi hasil bumi, para petani juga membawa tumpeng nasi dan ingkung yang dilengkapi aneka lauk serta lalapan. Petani dan warga tampak guyub berkumpul untuk menjalankan ritual petik padi tersebut.
Sintesis ritual petik padi ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rezeki dan hasil tanam. Selain melestarikan adat lokal, kegiatan ini turut mendukung program ketahanan pangan pemerintah sekaligus menjadi penanda dimulainya panen raya. “Tradisi ini kami jaga secara turun-temurun untuk memotivasi para petani agar ke depannya hasil panen makin meningkat dan melimpah,” ujar Ketua Kelompok Tani Tugu Makmur Suyadi.
Pada tahun ini, tanaman padi milik warga Desa Popoh terbebas dari ancaman gagal panen. Kendati sempat terdampak musim kemarau panjang, hasil panen yang didapat justru melimpah ruah. “Meski menghadapi musim kemarau panjang, hasil panen padi petani Desa Popoh tahun ini justru melimpah ruah dan kualitasnya sangat baik,” kata Petugas Penyuluh Pertanian Astono. (Qithfirul Aziz)
(Editor: Brigade/Trias)



