Blitar, Jurnalmataraman.com – Ketegangan sempat mewarnai inspeksi mendadak (sidak) yang digelar petugas Unit Tipidter Satreskrim Polres Blitar Kota di SPBU Kebonrojo, Kota Blitar, Senin siang. Petugas menemukan dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite setelah membongkar fakta bahwa tangki penyimpanan SPBU tersebut masih terisi ribuan liter BBM, meski dilaporkan kosong kepada konsumen.
Dalam pemeriksaan tersebut, polisi mendapati sedikitnya 6.000 liter Pertalite tersimpan di dalam tangki penampungan. Temuan ini memicu adu argumen antara petugas kepolisian dan pengelola SPBU yang berdalih bahwa stok tersisa dialokasikan untuk membagi pasokan ke dalam tiga shift operasional.
Atas temuan mencurigakan tersebut, jajaran kepolisian langsung melakukan koordinasi internal dan mengusut tuntas indikasi pelanggaran distribusi BBM di SPBU Kebonrojo.
“Petugas kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pihak SPBU tersebut,” ujar Kanit Tipidter Satreskrim Polres Blitar Kota Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait.
Selain menyasar SPBU Kebonrojo, petugas juga melancarkan sidak di SPBU Jalan Kalimantan dan SPBU Jalan Kenari. Di SPBU Jalan Kalimantan, petugas mengonfirmasi bahwa pasokan Pertalite memang berada dalam kondisi kosong akibat terpangkasnya kuota pengiriman dari pihak pasokan pusat.
Sistem kuota pengiriman yang sebelumnya mencapai 16 kiloliter per permintaan kini merosot separuhnya menjadi hanya 8 kiloliter. Imbasnya, kelangkaan Pertalite memicu gelombang kepanikan warga yang berbondong-bondong mengantre dalam jumlah besar.
Guna mengantisipasi panic buying yang makin meluas serta mencegah tindak kejahatan spekulasi BBM, Satreskrim Polres Blitar Kota mewanti-wanti seluruh pengelola SPBU agar memperketat pengawasan. Petugas dengan tegas melarang SPBU melayani pendaftaran atau pembelian dari konsumen dengan pola yang mencurigakan. (Qithfirul Aziz)
(Editor: Nadya / Trias)


