BLITAR, jurnalmataraman.com – Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar pada Minggu (19/4) sore. Ratusan pelayat memadati rumah duka dan Masjid Baitul Muflihin untuk memberikan penghormatan terakhir kepada satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan maut di jalur selatan Probolinggo, Sabtu malam lalu.
Keempat korban tersebut adalah pasangan suami istri Sutrisno dan Sri Budiyatni, anak mereka Devica Friskiara, serta sang cucu yang masih balita, Giovano Malik Ibrahim. Keempatnya merupakan penumpang mobil Mitsubishi Vios yang terlibat kecelakaan beruntun akibat truk trailer mengalami rem blong.
Pantauan di lokasi, iring-iringan jenazah tiba di rumah duka pada Minggu sore dan langsung disalatkan di masjid setempat. Isak tangis pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Pihak keluarga, terutama anak korban yang ditinggalkan, tak kuasa menahan kesedihan mendalam melihat seluruh anggota keluarganya pulang dalam keadaan tak bernyawa.
Berdasarkan keputusan keluarga, keempat jenazah dimakamkan dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kendi Sewu, Desa Jeblog. Keputusan ini diambil agar keluarga yang berpulang bersamaan tersebut tetap berdampingan di peristirahatan terakhir mereka.
“Kami sangat kehilangan. Seluruh warga desa ikut berduka karena keluarga almarhum dikenal sangat baik di lingkungan ini,” ujar salah satu pelayat di lokasi pemakaman.
Kasi Pemerintahan Desa Jeblog, Ahmad Husnudin, mengonfirmasi bahwa warganya tersebut menjadi korban kecelakaan tragis di Probolinggo. Menurutnya, rombongan keluarga Sutrisno sedang dalam perjalanan saat sebuah truk trailer bermuatan triplek diduga mengalami rem blong.
“Mobil yang dikendarai Pak Sutrisno ikut tertabrak truk trailer tersebut. Informasinya, truk mengalami rem blong dan menabrak sedikitnya lima mobil di depannya. Akibat benturan keras itu, satu keluarga ini meninggal dunia,” terang Ahmad Husnudin saat ditemui di sela-sela prosesi pemakaman.
Editor : Trias M.A




Discussion about this post