Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jalur Trenggalek – Ponorogo Belum Aman, Tim Gabungan Sisir Puncak Tebing KM 16

by Moch. Herlambang
16 April 2026 | 15:21
Reading Time: 2 mins read
0
Jalur Trenggalek – Ponorogo Belum Aman, Tim Gabungan Sisir Puncak Tebing KM 16

TRENGGALEK, jurnalmataraman.com – Kepastian kapan dibukanya kembali jalur utama Trenggalek–Ponorogo pasca-insiden runtuhan batu besar di Kilometer 16 hingga kini masih menggantung. Tim gabungan masih melakukan asesmen mendalam di puncak tebing Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, yang kondisinya dilaporkan masih sangat labil. Pantauan di lokasi menunjukkan personel gabungan dari Basarnas, Kepolisian, dan instansi terkait terus melakukan penyisiran di area atas tebing. Langkah ini krusial dilakukan guna mendeteksi adanya bongkahan batu atau material tanah yang berpotensi menyusul jatuh ke badan jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endhy Aktony, menegaskan bahwa penutupan jalur merupakan harga mati demi keselamatan pengguna jalan. Pihaknya tidak ingin mengambil risiko mengingat kondisi tebing yang bisa runtuh sewaktu-waktu. “Kami fokuskan pada pengecekan kondisi tebing bagian atas. Asesmen ini yang akan menentukan langkah penanganan selanjutnya, apakah cukup dengan penanganan sementara atau harus langsung permanen,” terang Endhy saat ditemui di lokasi, Kamis (16/4).

Fenomena runtuhnya batu di KM 16 ini tergolong diwaspadai secara ekstra. Sebab, potensi longsor susulan tidak hanya mengintai saat hujan deras mengguyur, namun juga dalam kondisi cuaca cerah sekalipun akibat struktur batuan yang sudah retak dan menggantung.

Endhy menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Pemerintah daerah setempat juga berencana berkirim surat resmi untuk mendukung percepatan penanganan permanen di titik rawan tersebut. “Usulan penanganan sebenarnya sudah kami dorong sejak awal kejadian. Namun, saat ini kami harus memastikan dulu hasil final pengecekan di lapangan bersama tim gabungan,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, kendaraan roda empat maupun roda dua masih diarahkan menggunakan jalur alternatif. Sementara untuk kendaraan berat, tetap diinstruksikan untuk tidak melintas hingga ada keputusan resmi terkait pembukaan jalur berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Editor : Trias M.A

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlineTrenggalek
ShareTweetShare
Next Post
Distribusi LPG 3 Kg di Kota Blitar Tersendat Sepekan Terakhir, Tim Gabungan Gelar Sidak ke Pangkalan dan Restoran

Distribusi LPG 3 Kg di Kota Blitar Tersendat Sepekan Terakhir, Tim Gabungan Gelar Sidak ke Pangkalan dan Restoran

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .