Kediri, jurnalmataraman.com – Dinas Kesehatan Kota Kediri tengah mengebut cakupan perlindungan kesehatan anak melalui pelaksanaan imunisasi serentak di sejumlah sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Program vaksinasi jemput bola yang digulirkan pada kamis (20/8) dengan target yang cukup ambisius, yakni tuntas sepenuhnya dalam waktu satu bulan.
Sasaran utama dari program tersebut terbagi menjadi dua kelompok prioritas. Pertama, seluruh siswa kelas 1 akan mendapatkan suntikan vaksinasi campak-rubela. Kedua, khusus untuk siswi kelas 5 akan menerima imunisasi Human Papillomavirus (HPV). Intervensi kesehatan ini menjadi tameng krusial guna membentengi anak dari ragam penyakit menular, sekaligus meminimalkan risiko kanker serviks di masa depan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kediri Hendik Supriyanto menuturkan, pelaksanaan vaksinasi yang langsung merangsek ke lingkungan sekolah ini merupakan upaya strategis pemerintah daerah. Tujuannya tak lain untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas secara merata.
“Semakin luas cakupan imunisasi yang berhasil kita sasar, maka semakin besar pula perlindungan yang dimiliki oleh anak-anak kita terhadap berbagai ancaman penularan penyakit,” ujar Hendik.
Meski menargetkan seluruh rangkaian vaksinasi rampung dalam kurun waktu 30 hari, dinkes menyadari adanya potensi kendala di lapangan. Untuk mengantisipasi siswa yang sakit atau berhalangan hadir saat jadwal penyuntikan di sekolah, Dinkes Kota Kediri telah menyiapkan mekanisme pelayanan susulan.
Lewat layanan ini, dinkes menjamin tidak ada anak yang tertinggal atau luput dari program perlindungan kesehatan. Bagi siswa yang belum sempat mendapatkan vaksin pada hari H, pihak sekolah atau wali murid dapat langsung berkoordinasi dengan puskesmas di wilayah domisili masing-masing untuk mendapatkan jadwal imunisasi susulan.
(Editor: Trias / Atha)





