Trenggalek, jurnalmataraman.com – Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Trenggalek, Senin (17/8). Bertempat di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turun langsung bertindak sebagai inspektur upacara. Selain jalannya prosesi yang sakral, penampilan pria yang akrab disapa Mas Ipin itu sukses mencuri perhatian. Ia tampil berbeda dengan mengenakan busana adat Suku Asmat dari Papua. Pilihan busana tersebut sengaja dikenakan sang bupati untuk mengirimkan pesan tentang keberagaman suku, budaya, dan tradisi bangsa yang tetap kokoh dalam satu kesatuan.
Upacara kemerdekaan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga perwakilan masyarakat. Seluruh peserta tampak mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk. Momen pengibaran sang saka merah putih menjadi pusat perhatian, disusul pembacaan naskah proklamasi, pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan doa. Pada kesempatan tersebut, Mas Ipin mengajak warga untuk memaknai 17 Agustus tidak sekadar sebagai ajang perayaan. Momen sakral ini harus menjadi pengingat atas beratnya perjuangan yang telah dilalui bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa naskah proklamasi bukanlah akhir, karena setelah tahun 1945 bangsa ini masih harus menahan gempuran agresi dan pemberontakan melalui diplomasi maupun perlawanan bersenjata.
“Semangat juang para pahlawan itu yang perlu kita teruskan di masa sekarang. Tentu bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan kerja nyata untuk menjawab persoalan masyarakat,” tegas Mas Ipin.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendaratkan cita-cita kemerdekaan secara konkret. Baginya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan setiap tahun, tetapi harus diisi dengan pengabdian tulus. Hal itu bertujuan agar manfaat dari pembangunan benar-benar bisa dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan warga Trenggalek.
(Editor: Trias / Dhamar)





