Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Petaka Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, 549 Orang Tumbang Massal

by redaksi jurnal mataraman
13 Agustus 2026 | 17:58
Reading Time: 2 mins read
0
Petaka Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, 549 Orang Tumbang Massal

Trenggalek, jurnalmataraman.com – Dugaan keracunan massal usai menyantap Makan Bergizi Gratis atau MBG dari SPPG Tamanan, Trenggalek, kian meluas. Hingga Kamis (13/8), tercatat ada sebanyak 549 orang dari berbagai kalangan yang mengeluhkan gangguan pencernaan parah. Korban terdampak ini tersebar di SMPN 1 Trenggalek, SDI Luqman Al Hakim, hingga para penerima manfaat di Posyandu Kelurahan Tamanan. Mayoritas korban mengalami gejala mual, nyeri perut, muntah, hingga diare.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek dr Sunarto menjelaskan bahwa ledakan jumlah korban terbanyak berasal dari SMPN 1 Trenggalek. Pihaknya terus melakukan monitoring dan pendataan kondisi para korban di lapangan. “Di SMPN 1 Trenggalek ada 493 orang yang mengeluh sakit, terdiri dari 474 siswa dan 19 guru. Hingga hari ini 78 orang masih merasakan gejala, dan 41 siswa terpaksa tidak masuk sekolah,” terang dr SunartoSelain itu, update rincian sebaran korban di lokasi lain meliputi:

  • SDI Luqman Al Hakim: 30 orang terdampak, yakni 20 siswa dan 10 tenaga pendidik. Bahkan, satu siswa dilaporkan harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
  • Posyandu Kelurahan Tamanan: 26 orang terdampak, terdiri dari 9 balita, 3 ibu hamil, 4 ibu menyusui, 2 kader, dan 8 anggota lainnya.

Merespons rentetan kasus ini, Satgas MBG Trenggalek langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tim satgas juga tengah melakukan sweeping ke sepuluh sekolah lain yang menerima pasokan menu harian dari SPPG Tamanan, yang mencakup tiga TK, enam SD, dan satu SMP.Meski ratusan orang terkapar, Sunarto menegaskan bahwa insiden tersebut belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Statusnya saat ini masih dikategorikan sebagai peningkatan kasus gangguan pencernaan di wilayah setempat.”Sampel makanan dan sampel dari penerima manfaat sudah kami siapkan untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan ini yang nantinya akan menjadi dasar kuat untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” pungkas Sunarto.

(Editor : Trias / Alif )

Tags: berita trenggalekheadlineinfo trenggalekmbg trenggalekTrenggalek
ShareTweetShare
Next Post
Petaka Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, DPRD Desak Evaluasi Total SPPG Tamanan

Petaka Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, DPRD Desak Evaluasi Total SPPG Tamanan

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .