Tulungagung, jurnalmataraman.com – Puluhan siswa sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung, mengalami gangguan pencernaan, usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis atau MBG. Dinas kesehatan setempat dan BGN, kini melakukan penyelidikan dan menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan.
Sebanyak 24 siswa SDN 3 bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap menu makan bergizi gratis pada selasa pagi. Para siswa mengalami mual, pusing , sakit perut dan muntah, sehingga harus dibawa ke puskesmas Karangrejo untuk mendapatkan penanganan medis.
Gejala gangguan kesehatan muncul, sekitar 30 menit setelah makan pagi, menu MBG yang dikonsumsi siswa, terdiri dari nasi ayam suwir, tahu oseng kacang panjang dan buah kurma. Sebagian siswa merasakan aroma tidak sedap pada makanan, namun tetap mengonsumsinya.
Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit P2P dinas kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dokter Aris Setiawan menyatakan, ” Kita Telah mengambil seluruh sampel makanan sisa, serta muntahan siswa untuk diperiksa di laboratorium”.
Sementara itu koordinator BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika menegaskan ” Menyusul insiden dugaan keracunan ini, operasional dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG yang memproduksi menu MBG, sementara dihentikan sementara”. Badan gizi nasional melakukan evaluasi menyeluruh, terkait hygiene, sanitasi, perizinan dan jenis menu yang digunakan.
Sampai dengan selasa siang, dari total korban sebagian besar kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Saat ini, hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan lanjutan di puskesmas.
(Editor : Bondan/Saldi)



