Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Puluhan Siswa SD Di Tulungagung Alami Gangguan Pencernaan Usai Santap MBG

by Agus Bondan
10 Februari 2026 | 16:42
Reading Time: 2 mins read
0
Puluhan Siswa SD Di Tulungagung Alami Gangguan Pencernaan Usai Santap MBG

Salah satu siswa yang mengalami gangguan pencernaan usai menyantap MBG (Foto : Agus Bondan)

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Puluhan siswa sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung, mengalami gangguan pencernaan, usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis atau MBG. Dinas kesehatan setempat dan BGN, kini melakukan penyelidikan dan menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan.

Sebanyak 24 siswa SDN 3 bungur, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap menu makan bergizi gratis pada selasa pagi. Para siswa mengalami mual, pusing , sakit perut dan muntah, sehingga harus dibawa ke puskesmas Karangrejo untuk mendapatkan penanganan medis.

Gejala gangguan kesehatan muncul, sekitar 30 menit setelah makan pagi, menu MBG yang dikonsumsi siswa, terdiri dari nasi ayam suwir, tahu oseng kacang panjang dan buah kurma. Sebagian siswa merasakan aroma tidak sedap pada makanan, namun tetap mengonsumsinya.

Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit P2P dinas kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dokter Aris Setiawan menyatakan, ” Kita Telah mengambil seluruh sampel makanan sisa, serta muntahan siswa untuk diperiksa di laboratorium”.

Sementara itu koordinator BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika menegaskan ” Menyusul insiden dugaan keracunan ini, operasional dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG yang memproduksi menu MBG, sementara dihentikan sementara”. Badan gizi nasional melakukan evaluasi menyeluruh, terkait hygiene, sanitasi, perizinan dan jenis menu yang digunakan.

Sampai dengan selasa siang, dari total korban sebagian besar kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Saat ini, hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan lanjutan di puskesmas.

(Editor : Bondan/Saldi)

Bagikan di Media Sosial
ShareTweetShare
Next Post
Kunjungi Pasar Tradisional, Walikota dan Bulog Kediri Pastikan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok Aman

Kunjungi Pasar Tradisional, Walikota dan Bulog Kediri Pastikan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok Aman

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .