Trenggalek, jurnalmataraman.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di laut tenggara Pacitan membawa dampak cukup serius bagi wilayah tetangganya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek melaporkan sejumlah bangunan di Bumi Menak Sopal mengalami kerusakan akibat guncangan yang terjadi pada dini hari tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari pusdalops BPBD Trenggalek, dampak kerusakan tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bendungan, Suruh, Munjungan, dan Tugu. Guncangan gempa yang dirasakan pada skala III MMI ini sempat memicu kepanikan warga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, mengungkapkan bahwa verifikasi di lapangan menunjukkan adanya kerusakan fisik pada rumah warga dan fasilitas umum.
“Data yang masuk menyebutkan kerusakan terjadi di empat desa. Mulai dari tembok retak, atap ambrol, hingga bangunan dapur yang roboh,” ujar Stefanus.
Berikut adalah rincian wilayah terdampak di Kabupaten Trenggalek:
- Kecamatan Bendungan: Di Desa Botoputih, tercatat 3 rumah warga mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari retak rambut pada tembok hingga bagian atap yang ambrol.
- Kecamatan Suruh: Sebanyak 2 rumah warga di Dusun Jatirejo, Desa Suruh, mengalami kerusakan pada tembok bagian belakang yang ambrol.
- Kecamatan Munjungan: Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Masaran. Satu unit dapur milik warga roboh total akibat guncangan gempa yang cukup kuat.
- Kecamatan Tugu: Di Desa Winong, gempa merusak satu rumah warga dan merobohkan tembok Balai Desa setempat.
Hingga saat ini, BPBD mencatat total ada 7 rumah yang mengalami kerusakan kategori ringan hingga sedang, serta 1 kantor desa yang terdampak. Stefanus Triadi menjelaskan, mayoritas bangunan yang mengalami kerusakan adalah bangunan lama.
“Sebagian besar yang terdampak adalah rumah lama dengan struktur yang memang sudah rentan terhadap guncangan gempa,” jelasnya.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab atau hoaks yang kerap beredar pascagempa. Mengingat gempa bumi belum bisa diprediksi secara pasti kapan terjadinya, kewaspadaan mandiri menjadi kunci.
“Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan panik, dan pastikan mendapatkan informasi dari sumber resmi seperti BMKG atau BPBD. Selalu cek kondisi struktur bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah,” pungkas Stefanus.
(Editor : Trias M.A)



