Trenggalek, Jurnalmataraman.com – Nasib nahas menimpa dua pekerja penggali sumur di Kabupaten Trenggalek. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan setelah tertimbun material longsor saat tengah memperdalam sebuah sumur milik warga sedalam kurang lebih 20 meter, Selasa (04/8). Kedua korban diketahui bernama Jumiyo, 53, dan Nur Rohman, 45. Keduanya merupakan warga Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Peristiwa maut tersebut bermula saat kedua korban tengah bekerja memperdalam sebuah sumur. Namun, saat proses penggalian berlangsung, dinding sumur yang terdiri dari campuran tanah dan bebatuan tiba-tiba ambrol. Runtuhan material tersebut langsung menimpa kedua pekerja yang saat itu tengah berada di dasar sumur, sehingga membuat mereka tak sempat untuk menyelamatkan diri.
Mendapatkan laporan adanya kejadian tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, dan TNI langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan. Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan menyulitkan petugas. Kendala utama di lapangan adalah posisi korban yang terjebak di kedalaman 20 meter, ditambah dengan ketebalan timbunan material longsor berupa tanah dan batu yang mencapai sekitar satu meter.
Setelah berjibaku dan melakukan proses penggalian secara hati-hati selama hampir sembilan jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat kedua korban pada Selasa dini hari. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi ke permukaan, Jumiyo dan Nur Rohman dipastikan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Usai dievakuasi, jenazah kedua korban langsung menjalani proses visum dan pemeriksaan oleh tim identifikasi kepolisian. Setelah polisi memastikan bahwa insiden maut tersebut murni merupakan kecelakaan kerja, kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.
( Editor : Afif / Atha )




