Blitar, Jurnalmataraman.com – Kekecewaan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, memuncak. Kesal lantaran janji perbaikan jalan tak kunjung terealisasi, warga beramai-ramai menggelar aksi protes dengan menanam berbagai jenis pohon, termasuk pohon pisang, di atas pot cor yang diletakkan memblokade jalan utama desa. Aksi protes penanaman pohon yang membentang dari kawasan Kantor Desa Karangrejo hingga SMPN 2 Garum ini sejatinya bukan kali pertama terjadi. Pada April lalu, masyarakat sempat melakukan aksi protes serupa.
Kala itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merespons dengan menjanjikan bahwa proyek perbaikan jalan akan dikerjakan pada rentang bulan Juni hingga Juli tahun ini. Namun, karena hingga akhir bulan Juli ini tak ada tanda-tanda realisasi, warga yang merasa di-PHP (Pemberi Harapan Palsu) akhirnya kembali turun ke jalan. Usut punya usut, kerusakan parah infrastruktur jalan di wilayah tersebut dipicu oleh tingginya volume kendaraan berat. Setiap harinya, ratusan truk bermuatan material pasir dan batu (sirtu) melintasi jalan desa tersebut dalam kondisi kelebihan muatan dan dimensi (Over Dimension Over Load/ODOL). Menyikapi aksi warganya, Kepala Desa Karangrejo, Imam Rohadi, menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menyampaikan aspirasi dan keluhan tersebut kepada dinas terkait.
“Hasil koordinasi terakhir dengan dinas, tahapan pembangunan sebenarnya masih berjalan. Perbaikan jalan secara fisik dijadwalkan akan mulai dilakukan pada 10 Agustus 2026 mendatang,” terang Imam Rohadi. Untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan akibat blokade jalan, jajaran Polsek Garum bersama Babinsa Karangrejo dan pihak kecamatan segera turun ke lokasi.
Kapolsek Garum, AKP Agus Prayitno, menuturkan bahwa petugas secara persuasif bergotong royong menyingkirkan satu per satu pohon dan pot cor ke bahu jalan. Langkah penertiban ini dilakukan semata-mata untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas dan mengurai gangguan kendaraan yang melintas. Kini, warga Desa Karangrejo menanti bukti nyata dari janji perbaikan pada awal Agustus mendatang. Lebih dari itu, masyarakat juga mendesak instansi berwenang untuk bertindak tegas menertibkan mobilitas truk-truk material yang kelebihan muatan, yang selama ini menjadi biang kerok hancurnya jalan desa mereka.
( Editor : Afif / Putra )




