Kediri, Jurnalmataraman com – Aksi pencurian tabung gas elpiji yang meresahkan warga akhirnya berujung apes bagi seorang emak-emak di Kota Kediri. Terduga pelaku berhasil ditangkap warga di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, setelah aksinya terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan viral di media sosial. Sebelum diserahkan kepada pihak berwajib, terduga pelaku sempat diamankan sementara di Kantor Kelurahan Tempurejo guna menghindari amukan massa. Penangkapan ini bermula dari kejelian salah seorang warga bernama Agung, yang mengenali ciri-ciri pelaku saat melintas di wilayah tersebut.
Agung menuturkan, dirinya langsung mengenali terduga pelaku dari rekaman CCTV yang beredar luas pada hari sebelumnya, terutama dari nomor polisi (nopol) sepeda motor yang dikendarainya. “Karena saya hafal dengan nopol kendaraan terduga pelaku, saya langsung mengejarnya. Pelaku memang sempat berusaha kabur, tetapi akhirnya berhasil saya tangkap bersama bantuan warga lainnya,” ungkap Agung. Lebih lanjut, Agung membeberkan bahwa terduga pelaku diduga sudah sering melancarkan aksinya di berbagai lokasi. Modus operandi yang digunakan pelaku terbilang rapi, yakni dengan berpura-pura menjadi pembeli bahan kebutuhan pokok di warung atau toko kelontong. Begitu pemilik toko lengah saat melayani, pelaku dengan sigap menggasak tabung gas elpiji dan langsung melarikan diri.
Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polsek Pesantren, Aiptu Prima Cahyo Nugroho, membenarkan adanya penyerahan terduga pelaku pencurian oleh warga. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini petugas kami sedang mendalami kasus ini dan telah memeriksa sejumlah saksi. Kami juga masih mempelajari rekaman CCTV secara mendetail, karena terduga pelaku pernah melakukan tindak pencurian serupa di beberapa tempat yang berbeda,” jelas Aiptu Prima.
Hingga kini, kasus dugaan pencurian tabung gas elpiji tersebut telah ditangani sepenuhnya oleh Unit Reskrim Polsek Pesantren, Kota Kediri. Petugas masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengungkap identitas asli emak-emak tersebut, lantaran saat diamankan pelaku tidak membawa kartu identitas (KTP) sama sekali.
( Editor : Afif / Raqeh )



