Blitar, jurnalmataraman.com – Seorang nenek berinisial S.P. (70), warga Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, meregang nyawa setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh menantunya sendiri. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin malam dan kini tengah ditangani oleh Polres Blitar Kota.
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan kejadian sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Terduga pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 01.50 WIB dini hari,” ujar AKP Rudi Kuswoyo.
Menurutnya, terduga pelaku yang merupakan menantu korban sempat melarikan diri menggunakan sepeda listrik. Namun, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Polres Tulungagung di salah satu penginapan di Kabupaten Tulungagung, kurang dari tiga jam setelah kejadian.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya dalam kondisi bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka tusuk pada bagian leher korban.
Diketahui, selama ini korban tinggal bersama anak dan menantunya dalam satu rumah. Hingga saat ini, motif dan modus penganiayaan masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas kronologi dan latar belakang peristiwa tersebut. Terduga pelaku kini diamankan di Mapolres Blitar Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
(Editor : Wahyu adi)



