Blitar, Jurnalmataraman.com – Ratusan jemaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya bagi para korban bencana alam banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahim, Kelurahan Kauman, tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pengajian rutin selapanan Ahad Wage Muslimat NU Ranting Kauman. Pada kesempatan itu, panitia menghadirkan penceramah KH Nurrochim Ahmad dari Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kelurahan Kauman beserta staf, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kauman, jajaran takmir Masjid Baiturrahim, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Ketua Muslimat NU Ranting Kauman, Hj Rininawati, mengatakan selain doa bersama, pihaknya juga menggalang donasi untuk membantu para korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ikhtiar batin sekaligus wujud empati, simpati, dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muslimat NU berharap para korban bencana diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Hal senada disampaikan Kepala Kelurahan Kauman, Raka Afsa Nurrohman. Menurutnya, kegiatan doa bersama dan pengumpulan donasi ini menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap sesama anak bangsa.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga mengirimkan doa terbaik bagi para korban. “Mari kita doakan agar mereka yang terdampak segera bangkit dari musibah, yang sakit lekas sembuh, dan yang meninggal dunia semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, KH Nurrochim Ahmad dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kebersamaan, kasih sayang, dan kepedulian dalam ajaran Islam. Menurutnya, seorang muslim tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kewajiban membantu dan mendukung sesama.
“Mari kita perkuat solidaritas, saling mendukung, membantu, dan peduli terhadap kebutuhan serta kesulitan saudara-saudara kita,” tegasnya.
(Editor: Asrofi & Wahyu Adi)



