Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sesepuh NU Gelar Musyawarah Kubro di Lirboyo, Dorong Rekonsiliasi Konflik Internal PBNU

by Beny Kurniawan
22 Desember 2025 | 05:52
Reading Time: 2 mins read
0
Sesepuh NU Gelar Musyawarah Kubro di Lirboyo, Dorong Rekonsiliasi Konflik Internal PBNU

Kediri, jurnalmataraman.com – Para Mustasyar dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Minggu siang menggelar Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri. Forum ini digelar sebagai ikhtiar serius untuk merespons dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang belakangan dinilai semakin memanas.

Musyawarah Kubro berlangsung di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri para Mustasyar PBNU, kiai sepuh serta para pengasuh pondok pesantren. Tercatat sebanyak 601 peserta mengikuti musyawarah secara langsung sementara 546 peserta lainnya bergabung secara daring. Seluruh peserta tersebut merepresentasikan 308 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari berbagai daerah.

Musyawarah Kubro ini merupakan puncak rangkaian silaturahmi para masyayikh NU yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Rangkaian pertemuan tersebut bertujuan menyamakan pandangan para sesepuh NU dalam menyikapi persoalan internal organisasi.

Dalam forum tersebut para kiai sepuh sepakat bahwa konflik di internal PBNU tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus segera diselesaikan melalui jalan islah atau rekonsiliasi. Para Mustasyar dan sesepuh NU pun memberikan waktu selama tiga hari kepada Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU untuk menempuh langkah islah terhitung sejak Minggu siang.

Juru Bicara Musyawarah Kubro, KH Abdul Mu’id Shohib menjelaskan bahwa tenggat waktu tersebut diberikan agar penyelesaian dapat dilakukan secara bijaksana dan bermartabat.
“Kami memberikan waktu tiga hari kepada Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU untuk melakukan islah. Jika dalam waktu tersebut tidak tercapai maka akan ada langkah lanjutan,” ujar KH Abdul Mu’id Shohib.

Ia menambahkan apabila islah tidak terpenuhi dalam batas waktu yang ditentukan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU diberi waktu satu hari untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada para Mustasyar guna digelarnya muktamar. Rencananya muktamar tersebut akan dilaksanakan pada bulan Syawal sebelum musim keberangkatan ibadah haji.
“Muktamar menjadi opsi terakhir demi menjaga marwah dan keutuhan jam’iyah NU,” katanya.

Musyawarah Kubro ini dimaksudkan sebagai ruang dialog yang sejuk penuh kebijaksanaan dan mengedepankan kepentingan organisasi. Langkah tersebut diambil para sesepuh NU sebagai upaya terakhir untuk menjaga Nahdlatul Ulama tetap utuh, solid dan mampu menjalankan perannya di tengah umat dan bangsa.

(Editor : Ifhami & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: InfokediriKH Abdul Mu’id ShohibNahdlatul UlamaPondok Pesantren LirboyoPondok Pesantren Tebuireng Jombang
ShareTweetShare
Next Post
Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa Serap Aspirasi Warga Lewat Sepeda Sehat

Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa Serap Aspirasi Warga Lewat Sepeda Sehat

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .